Jadi waktu itu begini kejadiannya. Kami satu kelas sedang khusyuk mendengarkan guru mengajar. Ditengah kekhusyukan itu salah satu temen cewek dikelas kami mengangkat tangan sambil menutup hidung dan berkata "Bu. . . Ada yang kentut". Sontak murid lain menutup hidung termasuk aku untuk menghidari bau laknat itu.
Melihat kondisi tersebut secara spontan uhuy salah satu teman kami yang bernama Tito berdiri dan berkata "ada kentut, kok kalian malah tutup hidung !!! Enggak hilang-hilang nanti bauknya. Ayo. . . Kita hisap bareng-bareng biar kentutnya cepat hilang" sambil memperagakan menghisap udara dengan sekuat tenaga. Tawa satu kelas pun berhamburan. Kami tak menduga ide logis tapi ngawur ini disampaikan begitu menyakinkan seperti dari seorang pakar perkentutan.
Kejadian itu, entah kenapa sampai sekarang bahkan setelah belasan tahun berlalu masih membuatku senyum-senyum sendiri. Setelah mengikuti saran Tito kamipun keracunan kentut asam metana. Sampai saat ini, kentut itu masih menjadi misteri. Dari bokong siapa sebenarnya gas berbahaya itu berasal. Tamat!

