Tidak sedikit dari kita yang memiliki device lebih dari satu. Seingat saya dulu smartphone digadang-gadang menggantikan komputer. Dengan moto "komputer dalam genggaman". Sebenarnya itu semua terbukti, di smartphone sekarang kita bisa kerja, baca buku, dengerin musik, nonton, main game dan bersosial media yang kadang diselingi dengan komentar "HIDUP JOKOWI".
Harusnya kita sekarang cukup punya satu aja dong. Tapi kenapa kita masih butuh komputer, laptop, tablet, mini pc, consol game dan istri yang cantik. Coba aja bandingkan semua device kemudian list apa saja yang biasa kamu kerjakan dengan device-device itu. Dari semua kerjaan adakah yang tidak bisa dilakukan device lainnya. Setelah di list aku yakin hampir semua bisa dilakukan disemua device. Karena ternyata eh ternyata semua software terus berusaha agar bisa dipakai di device apa aja. Jadi apapun jenis device nya bakalan bisa menjalankan sofwarenya.
Terus kenapa kita membelinya. Kalau dipikir kembali, mungkin dulu waktu punya satu device kita mikir. Punya ini enak kali ya layarnya lebih lebar. Punya itu keknya kerja bakal cepat deh. Kalau punya ini bakal lebih serius deh. Tapi setelah dimiliki fungsinya sama aja guys. Gak jauh beda.
Gak tau, kalau menurut kalian gimana? Atau mungkin ini perasan aku aja. Contohnya tulisan kali ini aja judul dan paragraf pertamanya aku ketik di komputer. Upload fotonya lewat hape. Beberapa paragraf aku tambahkan juga lewat hape. Baca ulang, atur kerapian dan publish lewat tablet. Padahal sebenarnya bisa dilakukan disatu device tapi kenapa dilakukan terpisah seakan tidak bisa dilakukan disatu device. Ah entahlah. . . Apakah ini jebakan marketing yang akhirnya kita jadi terbiasa atau apalah itu. Kasih tau pendapat kalian dikomentar ya guys. . .









