Tampilkan postingan dengan label Cengkunek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cengkunek. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Januari 2026

Enak itu Nagih


Aku sebenernya punya kelainan yaitu gak bisa berhenti kalau sudah makan makanan enak (ini kelainan bukan sih😂). Ya. . .kecuali kalau aku sudah kenyang banget atau makanannya yang habis duluan. Menurutku makanan enak itu begitu problematik. Gimana tidak? Disaat kita hendak makan, sering kali kita lebih memilih yang enak. Setelah dimakan malah ketagihan dan susah untuk berhentinya. Ujung-ujungnya membuat makan berlebihan. Terus aja gitu sampai gak sadar udah jadi gemoy.

Saat ini aku itu kebiasaan makan diwarung dengan alasan efisiensi waktu. Jadi aku baru aja pulang dari kantor dan memutuskan untuk makan nasi padang. Tapi masih bingung menentukan makan di RM  Sambalado atau RM Uda. Dilemanya RM Sambalado itu favoritku karena enak buanget dan kalau udah kesitu gak cukup makan satu piring sedangkan RM Uda itu rasanya biasa aja dan jaraknya dekat dari kantor. Dengan alasan efisiensi waktu dan agar tidak makan berlebihan akhirnya aku memilih RM Padang Uda.

Singkat cerita aku makan la itu nasi padang Uda. Tapi lah ya kok abis makan masih belum puas. Malah terngiang-ngiang diingatan enaknya nasi padang di RM Sambalado. Alhasil habis dari RM Uda aku makan lagi ke RM Sambalado. Hasilnya aku kenyang banget. Berakhir menyesal sambil memegang perut buncit ini. Sambil menyalahkan kenapa nasi pada RM Sambalado harus enak sih.

Habis dari kejadian ini akupun bertanya-tanya dan bermuhasabah diri. Kenapa ya enak itu bikin nagih? Kalau udah nagih seringkali jadi berlebihan. Kalau udah berlebihan pasti ujungnya tidak baik. Bahkan ini bukan cuma makanan. Bisa juga seperti scroll sosmed, berleha-leha, korupsi, nark*ba, s*ks, p*rn*grafi, dll. Hal yang enak ini juga seringkali effortless untuk menyukainya. Sebaliknya hal yang tidak enak itu malah berujung baik seperti puasa, makanan sehat, olahraga, belajar, dll. Tapi lah ya kok kita harus membentuk kebiasan dan effort lebih untuk menyukainya. Jadi dari sini aku jadi curiga dengan hal-hal yang terasa enak. Bisa jadi hal tersebut enak tapi belum tentu itu baik.



Continue reading Enak itu Nagih

Selasa, 30 Desember 2025

,

Tiket Pesawat buat WNI


Sungguh luar biasa cobaan menjadi WNI. Terkhusus buat mereka yang hidupnya merantau. Gimana tidak? Mau pulang kampung setahun sekali saja sudah harus mendapat cobaan yang bikin ngelus dada. Transportasi yang begitu diandalkan di negeri kepulauan ini yaitu pesawat. Harga tiketnya dibandrol sungguh diluar nurul (nalar). Aku nulis ini aja sambil mangkel (sesekali istigfar). 

Oke mari kita flashback, ke titik aku pertama kali aku datang dari medan ke palangkaraya tahun 2021 dengan harga tiketnya masih 1,2 juta. Bahkan dulu sebelum covid pernah beruntung gak sampai sejuta. Tahun 2022/23 aku lupa harganya berapa. Tahun 2024 kemarin aku pulang kampung dengan harga tiket 2,8 juta (udah berasa tuh). Tahun 2025 skip pulang kampung dulu. Rencananya ditahun 2026 ini aku mau pulang kampung. Dan kalian tahu sekarang harga tiketnya berapa? 


Itu harga yang mesti dibayar hanya untuk berangkatnya. Belum baliknya. Biaya pulang kampung kan bukan cuma tiket ya (hadeeuhh). Mau tidak mau aku harus tetap beli karena udah kangen banget mau kumpul bareng keluarga (hidup pejuang rantau!). Tapi kok gini amat ya jadi WNI perantau. Semoga kita masuk surga jalur WNI ya teman-teman (Aamiin. . . sekenceng-kencengnya)

Sebenernya ada alternatif lain dengan transit di bandara Kuala Lumpur setelah itu baru ke medan. Tapi sungguh disayangkan bandara Palangkaraya belum internasional. Padahal kalau bisa bakal hemat sejutaan per sekali terbang. Inilah letak anehnya dan sudah banyak yang bandingin penerbangan domestik dengan internasional. Penerbangan internasional malah lebih murah, kok bisa? Video Short dibawah ini udah mewakili banget sih.


Sampai-sampai aku minjem doa bilqis buat kita semua WNI

Ya Allah sayangi WNI. . .

Ya Allah lindungi WNI. . . 

Ya Allah jaga WNI. . .

Ya Allah bantu WNI. . .

Continue reading Tiket Pesawat buat WNI

Rabu, 17 Desember 2025

Video Montage


Belakangan ini aku lagi seneng banget ngeliat video clip beraliran montage. Buat yang gak tau video Montage itu teknik video yang berisi potongan-potoangan klip berdurasi pendek yang digabung menjadi satu klip bertujuan untuk menggambarkan perkembangan waktu, perjalanan, atau emosi tertentu. Diantaranya video clip dari Niki - Backburner (asli betah banget ngeliat video clip ini):



Entah kenapa video clip montage seperti ini seakan membawaku mengingat kenangan. Apa mungkin karena aku lagi rindu ? entahlah. . .

Saking sukanya, bisa ku putar berulang-ulang bahkan sampai aku buat playlist-nya di youtube dengan nama best clip. Kalian bisa lihat contoh lainnya seperti :










Aku juga jadi terinspirasi dan keranjingan untuk ngumpulin momen-momen kecil yang ada disekitarku. Selain untuk menyimpan kenangan tapi juga untuk membuat video montage. Mungkin hasilnya gak begitu bagus tapi entah mengapa suka aja gitu membuatnya :





Ada yang sama? Rekomendasiin aku dong. . .





Continue reading Video Montage

Sabtu, 13 Desember 2025

Mood Semriwing



Aku sedikit heran sama Spongebob yang hampir di setiap episodenya dia bangun pagi dengan wajah ceria dan selalu siap berangkat kerja ke Krusty Krab. Kayak hidupnya itu nggak ada masalah (buat masalah iya). Nggak peduli apa yang terjadi moodnya selalu bagus.

Aku tuh sadar kalau mood itu bisa mempengaruhi aktivitas harian. Tidak jarang ada kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya tapi harus berakhir mengecewakan hanya gara-gara mood lagi enggak bagus. Sebaliknya yang awalnya tidak direncanakan, tiba-tiba bisa begitu semangat membangun negri bersama kuli

Aku tuh pernah bangun pagi, mood lagi bagus. Langsung semangat berangkat jogging, beres-beres rumah, menyapa tetangga, nafkahin keluarga,  kerja sampai lupa waktu dan rela enggak digaji.  Anehnya mood itu, kayak waktu aku abis nerima gaji, mood bagus banget tuh. Tapi setelah uangnya untuk bayar ini bayar itu berubah deh itu mood. Langsung mikir gini banget jadi budak firaun ya (jadi merasa paling ampas hidupnya).

Se-mriwing itu mood mengombang-ambingkan aktivitasku. Sempat mikir, apa gak bisa mood itu bagus terus sampai hayat(i) tenggelam bersama kapal van der wijck. Kalau nanya google, saran dari dunia kesehatan (halo dek), dengan kita jaga makan sehat, olahraga, tidur teratur dan UANG YANG BANYAK bisa bikin mood kita lebih stabil. Tapikan faktor itu semua gak bisa selalu kita jaga, ada aja pasti halang merintangnya.

Tapi lagi-lagi aku yang manusia biasa ini sebenarnya memang dirancang bukan untuk jadi spongebob. Tapi justru disini aku sadar kalau sebenarnya aku lagi diberi kesempatan untuk merasakan spektrum mood yang semriwing naik turunnya. Bisa dibilang mood itu ku anggap seperti makanan, ada yang enak dan ada juga yang enak banget. Kalau enggak enak bisa jadi karena kurang bumbu. Sekian. . .



Continue reading Mood Semriwing

Sabtu, 29 November 2025

Semua Akan Rusak Pada Waktunya




Siapa yang bisa menjamin barang yang kita pakai sehari-hari tidak akan rusak. Mau itu gadget, kendaraan atau cuma sekedar sempak yg kita pakai. Biasanya rusak karena pemakaian. Bisa juga karena umurnya. Bisa juga karena keteledoran diri sendiri. Bahkan barang lama yang tidak dipakai saja bisa rusak padahal gak dipakai loh itu.

Sadarkah kita, kalau sebenarnya kita ketergantungan dengan barang yang saat ini kita gunakan. Kalau salah satunya saja rusak pasti ada aja aktivitas yang terganggu dan bikin resah.

Kita deh yang laki-laki ini. Sempak rusak yang sudah berlubang-lubang tapi enggak juga diganti (kebiasaan siapa ini woyyy). Sampai-sampai tidak mampu lagi menampung beban perbijian ini (tak usah dibanyangkan ya teman). Biarpun rasanya sudah tidak nyaman tapi tetap kita paksakan untuk memakainya. Karena kita tahu tidak pakai sempak  jauh lebih tidak nyaman (bergelantungan tapi bukan Spiderman). Gimana kalau hape yang saat ini kita genggam tiba-tiba rusak. Mau dipaksa pakai pun tak bisa. Setelahnya ada rasa nyaman yang harus kita tinggalkan. Gelisah gak bisa scroll sosmed lah, gelisah gak bisa chat si doi lah. Gelisah aja lah pokoknya. hmm. . .Sepertinya kita sudah ketergantungan dengan barang-barang bisa rusak kapan aja ini deh.

Anggap saja kita sudah merawat dan berhati-hati memakainya. Okey umur pakainya semakin panjang. Kalaupun rusak bisa saja kita perbaiki toh banyak penyedia jasa service, tergantung ada duitnya atau enggak. Tapi apakah itu semua bisa membuatnya untuk dipakai selamanya. tidak! Semua akan rusak pada waktunya. Kalau diingat lagi selama hidup sudah berapa barang yang menemani sampai akhirnya rusak dan berakhir dengan menggantinya. Tidak ada yang salah dengan menggantinya karena kita BUTUH ketergantungan dengannya.

Lalu aku termenung. Apakah semua ini hanya soal mengganti yang rusak dengan yang baru?  atau ini sebuah pelajaran tentang kefanaan bahwa tidak ada yang abadi. Atau apa sebenarnya semua ini?

Hingga akhirnya terbayang olehku gadget yang rusak tergeletak, ku lihat sosoknya seperti prajurit yang kalah perang. Dia yang setia menemani. Penghubung ku ke dunia entah berantah dan Si penyimpan kenangan. Kini, layarnya retak dan baterai yang tak lagi mau mengisi. Seakan dia berkata padaku: "Aku sudah selesai dengan tugasku dan silahkan cari penggantiku." Ceilaaah. . . se-dramatis inikah kita dengan gadget yang semua dan apapun bentuknya bisa rusak kapan saja? atau . . . ?



Continue reading Semua Akan Rusak Pada Waktunya

Kamis, 23 Oktober 2025

Kepikiran Dosa



Kalau kalian lihat di arsip blog ini, produktifitas menulisku setiap tahunnya cuma ada satu tulisan dan itu kesannya memang seperti dipaksakan. Lebih kek supaya ada tulisan aja, minimal satu disetiap tahunnya. Di blog ini aku malah lebih sering melakukan blogwalking daripada menulis. Jujur sebenarnya masih belum PD dengan tulisan sendiri. 

Tapi kali ini aku lagi kepikiran dosa dan pengen banget menuliskannya di blog ini. Bukan untuk menggurui atau menceritakan aib sendiri yang sangat banyak ini. Karena kalau mau menggurui ilmuku masih seujung kuku bakteri dan kalau mau nyeritain aib sendiri juga itu sungguh tidak dianjurkan (coba deh cek QS. An-Nur:19). Disini aku sekedar kek mau curhat keresahan yang belakangan ini lagi aku rasain yaitu berkenaan dengan dosa.

Jadi tuh ya, kalau abis ngelakuin dosa. Sebenernya ada saja hal sial yang menghampiri setelahnya. Bisa kek tiba-tiba kesedak waktu nyeruput kopi lah, enggak sengaja ngirim stikers jahat di grup kantor lah. . .(malu dan jadi aib sih ini), isi rekening yang tiba-tiba diakhir bulan menipis lah (enggak tiba-tiba sih ini) dan amit-amit ke sleding Sergio Ramos pas lagi nonton highlight bola (ini paling serem sih). Hanya saja aku atau kita ni ya, suka gak sadar kalau itu sebetulnya bentuk teguran dari Tuhan the one only Allah SWT. Seandainya saja disetiap kesialan itu seiring dengan kesadaran telah berbuat dosa, kan minimal kita bisa langsung istigfar dan syukur-syukur bisa langsung tobat atau bermuhasabah diri. Lah ini parahnya, abis itu malah mengumpat atau memaki.

Kalau dipikir-pikir lagi ya, sebenernya ada yang lebih serem dari mendapat sial setelah ngelakuin dosa. Apa itu bang? Enggak lagi mengalami hal sial setelahnya. Lah kenapa lebih serem? karena itu tandanya dosa yang kita lakukan itu sudah terlalu sering dan Allah udah enggak mau lagi menegur lewat kesialan-kesialan tadi. Kebayang kan setelah itu kita dibiarkan melakukannya terus-menerus dengan tenang aman damai sampai ajal menjemput. Artinya kita dibiarkan berdosa-dosa tanpa ada yang menegur lagi. Apa enggak serem tuh sialnya nanti diakhirat. Ih. . . . sereeem bangetlah pasti. . . 

Kalian jadi kepikiran dosa juga kan! ya kannn. . . yuk istigfar. . .

Continue reading Kepikiran Dosa

Selasa, 05 November 2024

Pikiran Random

Kadang suka heran sama pikiran sendiri. Tiba-tiba aja bisa terlintas dikepala, kenapa roti bakar itu digoreng bukan dibakar? kenapa nggak direbus aja? Pertanyaan ini memang terlihat biasa aja tapi bisa bikin cengar-cengir sendiri sambil memikirkan jawabannnya.

Kadang aku juga kepikiran, gimana sih cara cebok yang bener dan sesuai SOP ? yang bener itu disiram dari depan tangan dibelakang atau siram dari belakang tangan didepan? atau ada opsi lain seperti , kayang dulu baru cebok? kira-kira udah ada yang buat SOP nya belum ya?  ISO kategori berapa kalau bener ada? Ngaku lu.... pasti pernah mikir gini juga kan ! atau emang aku aja ya yang mikir kayak gini. Boleh komen dong yang  yang sepemikiran...

Pertanyaan ini juga sering muncul dikepala saat sedang berak + melamun. Sebetulnya pemerintah itu tugasnya ngapain sih. Pemerintah itu memerintah siapa? RAKYAT? kan pemerintah petugas rakyat kok merintah.

Tentu ini sebetulnya hanya pikiran-pikiran kosong yang gak bisa dipertanggungjawabkan hasil jawabannya. Tapi kalau ada yang mau menjawabnya, boleh... monggoo silahkeun... 


Continue reading Pikiran Random

Rabu, 20 Desember 2023

Senin itu Beda


Tulisan ini diperuntukkan khusus buat hari senin walaupun tulisan ini dibuat bukan pada hari senin. Nulis blog dihari senin itu bisa dikatakan mendekati mustahil. Kerjaan bisa lebih banyak 5 kali lipat dari hari lainnya. Kok hari senin beda ya? Hakikatnya hari senin dengan hari yang lain cuma beda penamaannya saja. Tapi setelah banyaknya hari senin yang aku lewati, kok ya senin ini rasanya beda.  Senin itu udah kayak sayur kebanyakan micin, rasanya huweeeek banget gitu.

Padahal ni ya, hari senin itu datang setelah melewati hari libur minggu. Tapi kenapa belum senin aja udah males duluan. Tapi aku juga enggak mau nyalahin senin sepenuhnya. Bisa jadi ini ulah hari minggu. Ya hari minggu ini penyebabnya. Kita dibuat terlena, malas dan akhirnya tak berdaya ~agak lebay ya. Apalagi kalau hari minggunya abis liburan jalan-jalan pasti seninnya capek banget. Tapi biarpun hari minggunya enggak ngapa-ngapain tetap aja senin eksklusif berbeda dengan hari lain. Kenapa ya?

Apa karena kebiasaan ketika mendekati weekend. Kerjaan itu sengaja kita tunda karena udah fokus dengan hari libur dan akhirnya senin menjadi numpuk banget kerjaan. Bisa jadi sih. Tapi....

Apa jangan-jangan ini memang sudah diajarkan sejak dulu dari bangku sekolah ya. Senin itu hari yang spesial di negara kita Indonesia. Setiap senin kita harus melakukan upacara bendera. Kita disuruh berpakaian seragam lengkap dasi, topi dan atribut lainnya. Itu membuat kita harus lebih siap menghadapi hari senin dengan effort lebih dari hari-hari lainnya disekolah. Lebih berat lagi kalau kelas kita senin itu terpilih menjadi pelaksana upacara. Apalagi kalau harinya terik panas banget ~paket komplit sudah. 

Semua ini bisa aja sudah jadi takdir hari senin. Memang kita dibuat harus lebih ekstra menghadapi hari senin. Tenaga ekstra juga letih yang lebih ekstra. Kalau kalian gimana sih menghadapi senin yang spesial ini? capek gak sih...


Continue reading Senin itu Beda

Selasa, 21 Juni 2022

Ucapan Selamat Ulang Tahun

Aku yang sekarang adalah tipe orang yang enggak suka ngucapin dan diucapin selamat ulang tahun. Bahkan aku enggak pengen orang lain tau tanggal lahirku kecuali HRD, DUKCAPIL dan aplikasi yang memaksa kita buat verifikasi dengan tanggal lahir. Selebihnya aku enggak peduli dengan ulang tahunku maupun tanggal lahir orang lain. Ini bukan berarti aku menutupi umurku yang btw emang udah gak muda lagi sih. Entah kenapa menurutku merayakan atau sekedar mengucapkan selamat ulang tahun itu hal yang gak menyenangkan dan malah jadi beban sosial. 

Bagi kebanyakan orang mungkin hari ulang tahun itu adalah momen bahagia. Ya aku tau, orang yang sedang merayakan ulang tahunnya, senang disepraisin, dikasih hadiah atau sekedar diberi ucapan dan doa. Temen-temen disekitarnya juga ikut senang karena bisa menyenangkannya lewat seprais, hadiah atau sekedar ngasih ucapan dan doa yang kebanyakan kalo ucapan lewat WA itu cuma hasil copy-paste doang. Tapi dibalik kebahagian-kebahagian itu adahal yang bikin rada-rada menjengkelkan. Seperti beban sosial kalau-kalau kita lupa hari ulang tahun dan enggak ngucapin selamat ulang tahun. Bisa-bisa gak dianggap temen dan bakal dimusuhin. Kalaupun ingat, biasanya jauh-jauh hari udah nyiapin seprais dan hadiah atau apalah itu yang sungguh-sungguh merepotkan. Mengingat tanggal lahir pasangan , temen, rekan kerja aja udah beban banget menurutku.

Dikeluargaku sendiri pun kami gak punya kebiasaan merayakan ulang tahun, malah gak pernah. Tapi bukan berarti aku gak pernah punya momen merayakan ulang tahun. Walaupun bukan dengan keluarga, aku pernah merayakan ulang tahun walau hanya sekedar dengan teman atau pacar (dulu banget tapi ya). Tapi makin kesini emang makin kesana. Maksud aku ulang tahun ya ulang tahun, dimana kita bertambah umur dan bukan hal yang harus dirayain atau berharap diucapin. Bertambah umur itu normal dan gak ada yang istimewa disitu karena semua manusia mengalaminya.

Tapi biarpun begitu, setiap temen ada yang buat acara ulang tahun, aku tetap datang dan mengucapkan selamat untuk sekedar menghargai karena dia sudah effort lebih sampai bikin acara. Dan kalau ada masih ingat sama ulang tahunku dan ngucapin selamat, aku juga sekedarnya untuk bilang : terima kasih. Tapi maaf banget nih ya, aku gak bakal inisiatif buat ngucapin selamat ulang tahun. Mau itu lewat WA atau lewat IG story supaya di repost, no-way. Males banget aku buat ngingat-ngingat kapan kalian dilahirkan. Kadang aku malah heran kok ada orang yg IG story penuh dengan ucapan selamat ulang tahun sampai IG storynya sampai jadi titik-titik saking banyaknya.

Bertambahnya umur menurutku adalah waktu yang tepat untuk kilas balik dan intropeksi diri. Ini lebih bermanfaat dan berfaedah menurutku. Bukan malah hambur-hamburin uang buat beli kado yang malah kadang kadonya itu bukan hal yang dia butuhkan. Tapi yaaa..balik lagi, persepsi orang berbeda-beda dan ini cuma sudut pandangku aja. Kalau menurut kalian gimana?

Continue reading Ucapan Selamat Ulang Tahun

Minggu, 19 Juni 2022

Pilekan Berujung Operasi

Mempunyai hidung yang sensitif itu sungguh mengganggu. Sensitif disini bukan berarti penciuman yang super tajam seperti hidung belang hewan anjing ya. Melainkan hidung yang gampang pilekan (ingusan). Dingin dikit pilek, debuan dikit pilek, bau menyengat dikit pilek, kecapean dikit pilek, bahkan begadang juga bikin aku pilek. Kebayangkan gimana kehidupan sosialku dikala pandemi. Dicurigai mulu, padahal beberapa kali di tes PCR hasilnya negatif tapi tetap aja dapet tatapan curiga dari orang-orang sekitar.

Dikeluargaku sendiri, ayahku juga pilekan. Dari sini aku yakin pilekanku ini gen turunan dari ayahku. Tapi untungnya mamak dan kedua adikku memiliki hidung yang normal (enggak pilekan).  Bisa dibilang pilek ini emang sudah ditakdirkan untuk mendampingi kehidupanku. Pilekan yang sudah aku idap sejak lama ini membuat aku terbiasa dan punya siasat-siasat tersendiri untuk sedikit meredakannya. Bukan karena ahli tapi udah jadi kebiasaan aja. 

Yang namanya penyakit pastilah ada obatnya. Aku pun konsultasi dong ke dokter THT (Telinga Hidung Tenggorokan). Setelah konsultasi aku baru tau kalau hidungku alergian (alergi dingin, debu, bau menyengat, dll) dan itu gak bisa diobatin. Selain alergian dokter juga setelah melihat saluran hidungku menggunakan kamera super kecil. Ternyata saluran hidungku itu ada penyempitan yang memperparah hidung alergianku menjadi sering meradang. Aku pun bertanya, jadi apa solusinya dok? yang kira-kira seperti inilah jawabannya "Seperti saya sampaikan sebelumya, alerginya tidak bisa diobati tapi kalau penyempitan saluran hidung/konka hipertrofi itu bisa kita lakukan operasi kecil hanya untuk membuat hidung anda menjadi lebih lega dan tidak sering radang lagi".

Awalnya aku mikir, buat apa operasi? toh itu enggak menyembuhkan. Tapi kalau aku gak operasi berarti aku pasrah dong dengan penyakitku. Akupun mengiyakan saran dokter untuk melakukan operasi walaupun toh ini tidak menyembuhkan alergi hidungku. Tapi tetap aku lakukan daripada tidak melakukan tindakan apa-apa, ya.....setidaknya ada upgrade yang mudah-mudahan ada perbaikan buat hidungku. 



Sebelum Operasi

Aku harus melakukan rawat inap selama 4 hari dirumah sakit sendirian (namanya juga anak rantau dan peraturan RS yang kalau mau jenguk harus swab antigen dulu bikin temen-temen aku yang mau datang juga aku larang). satu hari aku disuruh puasa/tidak makan selama 6 jam atau 9 jam gitu sebelum operasi. Sebelum operasi juga disitu aku minta doanya dari orang tua dan temen agar diberi kelancaran. Dihari berikutnya aku melakukan operasi , yang btw operasi konka hipertrofi ini dikategorikan sebagai operasi ringan, jadi enggak begitu menakutkan seperti yang dibayangkan.  Dan karena yang harus dioperasi anggota bagian kepala jadi dilakukanlah anastesi total atau bius tidur. Selama proses operasi aku sama sekali enggak tau apa-aapa. Aku cuma ingat ketika masuk ruang operasi dan begitu sadar aku sudah didalam ruangan inapku lagi.

Siuman setelah operasi

Yang aku rasakan setelah selesai operasi, hidung malah berasa sumbat kayak ketutup (yang ternyata hidungku disumbat kain kasa untuk menghentikan pendarahan setelah operasi) dan sedikit perih yang sesekali mengeluarkan sedikit darah. Setelahnya.... aku cuma tidur-tiduran aja dan selama rawat inap yang datang hanya perawat untuk mengatar makanan untukku, menyuntikan obat dan menanyakan gimana kondisiku apakah ada keluhan atau tidak. Alhamdulilah selama operasi dan setelahnya lancar-lancar aja tanpa ada kendala apapun.

Setalah 4 hari akhirnya aku pun dibolehkan pulang dan dokter sudah memastikan tidak lagi ada pendarahan bekas operasi dihidungku. Aku pulang dengan dibekali obat yang harus rutin diminum setalah makan dan obat tetes hidung dan aku diminta untuk datang kontrol seminggu kemudian. Karena ketika aku dibolehin pulang, disitu hidung masih belum reda karena masih ada pembengkakan bekas operasi.

Lucunya begitu aku kembali bekerja setelah rawat inap, temen-temen keheranan karena mereka melihat tidak ada bekas operasi dihidungku. Ya iyalah, yakan yang dioperasi saluran lubah hidung bukan hidungku yang dibelah. Seminggu kemudian aku datang lagi kedokter untuk kontrol dan disitulah aku udah mulai merasa hidungku menjadi lebih lega. Sampai sekarang 1 bulan selesai operasi (saat tulisan ini dibuat), hidungku jadi lebih sehat dan enggak gampang pilek/flu yang sepertinya hidungku jadi gak sensitif seperti sebelum-sebelumnya. Dan aku sangat bersyukur banget karena sekarang aktivitasku udah enggak terganggu ama pilek-pilek lagi dan senenglah pokoknya.  Semoga kedepannya dan seterusnya kita terus diberikan kesehatan, amiiin:)

 

Continue reading Pilekan Berujung Operasi

Kamis, 16 Desember 2021

Percebokan Duniawi

pict source : https://bobo.grid.id/


Saat aku lagi nangkring di WC duduk, tiba-tiba aja kepikiran sesuatu. Aku heran kenapa tiba-tiba kepikiran gimana sebenernya tata cara cebok yang bener. Kalau tata cara cuci tangan yang baik dan bener kita pasti udah pada tahu, karena selama pandemi kita banyak diedukasi di media-media. 

Tapi kalau tata cara cebok yang bener seumur-umur ilmunya cuma satu yaitu dari ortu dan itu juga cuma diajari diwaktu kita masih kecil, itu seingat aku. Tapi gak pernah melihat praktiknya langsung. Ini yang membuat aku bertanya-tanya, "Sudah benarkah tata cara cebokku selama ini? Jangan-jangan selama ini cebokku salah, dan ini alasan yang membuat mental dan prilaku ku menjadi tidak normal?". 

Rasa penasaran ini pun menjadi rasa ingin tahu yang begitu menggebu-gebu.

Aku pun coba search di youtube tapi yang muncul video orang luar yang menampilkan guru TK yang lagi mempraktekkan cebok menggunakan tisu dengan dua balon sebagai contoh pantat. Ada juga video WC canggih yang ada dijepang dimana tinggal tekan tombol maka alat akan mencebokin kita secara otomatis. Kita tau di indonesia bukan kulturnya cebok menggunakan tisu dan WC di indonesia gak secanggih seperti dijepang.  Pencarianku pun berujung kehampaan karena tidak menemukan video praktek cebok yang aku inginkan.

Aku masih di WC duduk. Aku pun selasai buang hajat. Tapi ada yang gak biasa, aku kesulitan cebok di WC duduk. Aku bingung darimana harus masukkan tangan, dari depan atau dari belakang, belum lagi airnya harus di tuang dari celah mana. Lubang WC duduk begitu sempit sangat tidak cocok dengan kita orang indonesia yang cebok menggunakan air. Alhasil akupun tidak jadi cebok dan menundanya untuk cebok begitu menemukan sungai terdekat.

Buat kalian yang tau cara cebok yang bener, tolong share dong dikolom komentar. Jangan pelit sama ilmu ! biar yang lain juga pada tau.

Continue reading Percebokan Duniawi

Rabu, 17 November 2021

Suka Kucing Tapi Tidak Dipelihara

Aku menyukai kucing. Dimana aja aku menemukan kucing selalu aja ingin mengelusnya. Tapi aku tidak memelihara kucing. Bukan karena gak mau repot dan keluar biaya buat makan serta perawatannya. Kalau suka kucing, mau keluar duit dan dibikin repot juga gak masalah bahkan menjadi babunya pun aku rela. Tapi beda ceritanya kalau takut menelantarkanya. Penyuka kucing pastilah bakal gak tega kalo kucing kalian enggak keurus dan terlantar.

Sebagai orang yang tinggal dikontrakan sendiri dan full day berada dikantor tentu memelihara kucing bukanlah menjadi pilihan yang bijak. Meninggalkan kucing sendiri dirumah juga bukan keputusan yang baik. Kondisi inilah yang membuat aku memutuskan untuk tidak memelihara kucing walaupun menyukainya. 

Jadi aku punya kebiasaan baru dimana sebelum berangkat dan sepulang kerja. Aku biasa meletakkan makanan kucing diteras rumah. Ya. . . aku memang tidak memelihara kucing tapi aku selalu menyetok makanan kucing dirumah. Beberapa kucing bahkan sudah hafal dan biasanya sudah menunggu didepan teras kontrakkanku. Momen inilah yang membuat aku berasa memelihara kucing.

Pernah kejadian dimana ada seekor kucing betina yang aku belum pernah lihat sebelumnya, datang dan  ikut makan dengan kucing lainnya. Aku sih ngiranya ini kucing punya tetangga karena kalau aku lihat kucingnya terurus dan bersih. Biarpun begitu tetap saja ku beri makan seperti kucing lainnya yang notabene emang punya tetangga. Setelah aku kasih makan ternyata dia juga jadi rutin datang ke kontrakanku. Suatu hari aku mau keluar rumah dab aku lihat kucing betina itu sudah bersama anak-anaknya yang masih mungil sebanyak 6 ekor lucu-lucu dan keliatan polos belum berdosa. Sepertinya kucing betina itu ingin aku memelihara dia dan anaknya. Masuk kontrakan saja gak pernah ku ijinkan, malah ku biarkan saja diteras walaupun merengek-rengek pengen masuk ala-ala kucing manja gitu. 

Bahkan pernah saat hujan lebat aku merasa kasian sama mereka tapi tetap saja ku biarkan di teras kedinginan. Tapi mereka masih aja betah diteras. Rasa kasian dan ingin memelihara kucing-kucing itu sebenarnya ada tapi selalu aku urungkan niat itu. Semenjak kucing betina dan anaknya ada diteras kontrakanku membuat kucing-kucing lain yang biasa datang pun tidak lagi keliatan. Aku juga tidak mau mengusir kucing-kucing itu dan aku biarkan diteras. 

Dari kejadian itu aku yang suka ngelus-ngelus kucing ini. Harus mengakui kalo aku bukanlah pecinta kucing sejati. Aku hanyalah si pengelus kucing dan bukan pecinta kucing. Mungkin kata-kata ini yang paling cocok buatku "mencintai tak harus memelihara, aku hanyalah mengagumimu tapi tidak untuk memilikimu". Kok tiba-tiba aku jadi melow miauw miauw gini... hehehehe.... 

Saat ini mungkin karena aku masih melajang. Kalau saja nanti aku sudah punya istri (semoga) dan dia  penyuka kucing juga seperti aku. Kemungkinan besar nanti kami bakal pelihara binatang berbulu ini. Tulisan ini pun juga cuma berakhir dengan angan-angan.




Continue reading Suka Kucing Tapi Tidak Dipelihara

Rabu, 27 Oktober 2021

Cerita Kesendirian


Walaupun tidak benar-benar sendiri. Masih ada ibu-ibu yang jualan nasi kuning dan bubur yang jadi langganan sarapan pagiku. Juga ada temen sekantor dikala kerja dan saat ada kegiatan olahraga diakhir pekan. Diluar itu semua aku mau bilang kalau aku sedang sendiri. Sendiri limited versiku.

Sebelum aku sampai dikota Palangka Raya, aku berekspetasi bakal lebih ramai dari tempatku sebelumnya. Ternyata ditempat ramai tidak menjamin membuatmu tidak merasa sendiri. Sampai sekarang kenalanku hanya sebatas lingkungan kantor enggak lebih. Wajar aja sih karena aku bukan tipe orang yang bisa langsung kenalan dengan orang yang baru ketemui. Coba aja udah kenal, ugal-ugalan.

Kegiatan chating juga tidak ada yang continyu kecuali masalah kerjaan. Dewasa ini semakin males sama hal yang basa-basi walaupun kadang masih ada sesekali keluar celetukan basa-basi keteman-teman lewat sosial media. Bisa dibayangkan keseharianku hanya diisi dengan bekerja, bekerja dan diselingi ibadah tentunya. Ku akui sih tidak cukup tenaga untuk berkegiatan selepas pulang kerja. Mungkin faktor itulah yang membuat sendiri tidak begitu buruk. Selepas kerja memang kesendirianlah yang aku butuhkan, untuk beristirahat melepas lelah. Tidak ada itu energi lebih untuk chat atau ngobrol hal apa yang udah dilalui hari ini dengan orang lain.

Untungnya diakhir pekan masih bisa diisi dengan kegiatan olahraga dengan teman kantor. Setidaknya bisa mengeluarkan hormon erdorfin lewat keringat. Ini yang bikin jadi enggak stres-stres amat. Aku yakin seandainya diakhir pekan tidak ada kegiatan pasti bingung mau ngapain dan ujung-ujungnya jadi stres. Kegiatannya rutin kami lakukan dihari sabtu sore bermain badminton dan minggu paginya sepedahan. Setidaknya diakhir pekan udah gak perlu kepikiran lagi mau ngapain.  

Kalo soal pasangan yaitu tadi udah kayak gak ada energi lagi. Nyelow aja gitu, yang penting bisa istirahat cukup aja gitu. Kalau ditanya takut enggak melajang terus? malah dipikiran aku bakalan kuat enggaknya kalau aku berkeluarga. Secara... energi udah banyak kebuang dikerjaan. Bakalan keurus enggak keluargaku nanti kalau pulang aja energi minus seribu. Walaupun ada yang bilang bisa dan nyeletuk "bukan kamu aja yang kerja didunia ini dan mereka berkeluarga". Benar juga pikirku. Ya... aku gak putus asa kok buat cari pasangan tapi mungkin waktunya aja belum dipertemukan. Sudah ada yang ngatur kok, untuk apa dikhawatirkan.

Sendiri? gak begitu buruk kok, untuk sendiri versiku. Masih ada hal yang menyenangkan diluar punya pasangan. Aku pernah dengar dan membenarkan kata-kata seseorang, begini katanya "kebahagian itu ada didalam dirimu bukan apa yang kau cari diluar dirimu". So... untuk sekarang jalani aja kesendirian ini karena kita enggak tau kedepannya kayak apa. Bisa jadi begitu punya pasangan gak bisa punya waktu sendiri padahal pengen punya waktu sendiri. Siapa yang tau.

 

Continue reading Cerita Kesendirian

Rabu, 22 September 2021

,

Sepedahan

Belakangan ini aku sedang menggandrungi olahraga menggunakan sepeda atau aku menyebutnya sepedahan. Sepedahan menurutku adalah olahraga yang sekalian menjadi sarana buatku merefreshingkan diri dari rutinitas sehari-hari yang lebih banyak aku lakukan didalam ruangan. Olahraga sekalian jalan-jalan. Sedap enggak tuh.

Sebenarnya ada pilihan olahraga yang bisa ku lakukan selain bersepeda tapi sepedahan emang jadi favoritku. Dimana sebelum aku mempunyai sepeda, aku rutin jogging pagi. Tapi karena jogging pagi rutenya terlalu pendek dan biasanya disitu-situ aja, membuatku kadang-kadang malas buat olahraga. Sampai akhirnya, ditrek biasa aku jogging itu banyak pesepeda yang lalu lalang. Inilah  awal aku jadi pengen sepedahan. 

Dilain waktu akupun mencoba untuk mencari tempat penyewaan sepeda. Ternyata tidak sulit untuk menemukannya. Mungkin sepeda udah menjadi tren makanya gak heran kalau ada penyedia penyewaan sepeda. Harga sewanya IDR 15K / jam dan biasanya aku menyewa sampai 2 jam. Dari sinilah aku mencoba sepedahan yang ternyata first impresionnya sangat menyenangkan. Seperti yang aku bilang sebelumnya olahraga sekalian jalan-jalan. Menyusuri kota dan bisa masuk ke jalan-jalan kecil yang belum pernah aku datangi sebelumnya, rasanya seperti menjadi seorang bajak laut yang ingin menemukan one piece.

Sudah lelah menyewa sepeda yang harga sewanya yang lumayan dan juga lokasi penyewaan yang lumayan jauh dari kontrakan. Akhirnya akupun memutuskan untuk membeli sepeda sendiri. Dengan alasan biar lebih semangat olahraga dan menjadi jiwa yang lebih sehat. Aku pun memilih untuk membeli sepeda di e-commerce karena perbandingan harga dan pilihan yang lebih banyak. Sebenernya aku bingung memutuskan untuk membeli sepeda lipat atau sepeda mtb. Tapi aku putuskan untuk membeli sepeda lipat.


Pilihanku pun jatuh kepada sepeda lipat merk pasific type kodiak e 20 inch dengan warna kesukaanku yaitu perpaduan warna hitam dan warna merah. Dan kalo ada yang tanya kenapa memilih sepeda lipat. Ini alasannya
  1.  Struktur jalan di kota palangka raya yang dominan datar. Kalau enggak jangan coba-coba pakai sepeda kecil. Capeknya poool...
  2. Tampilan sepeda lipat yang menurutku modern dan juga gaya. Jadi lebih pede sepedahannya.
  3. Menggunakan sepeda lipat itu lebih berasa olahraganya. Lebih capek dan harus lebih ekstra gowesnya. Itu karena ukuran bannya yang lebih kecil dibanding sepeda lain. 
  4. Ukuranya yang kecil bikin gak makan ruangan dirumah.
  5. Begitulah kira-kira.


Setelah aku punya sepeda ternyata temen-temen dikantor juga berminat beli sepeda. Jadi akhirnya setiap hari libur minggu enggak lagi deh sepeda sendirian. Syukur-syukur nanti makin ramai dan bisa bikin komunitas. Jadi bisa nambah akrab sama temen kantor plus harapan bisa nambah banyak kenalan. Seru banget enggak sih. Udah buruan yuk sepedahan....


Continue reading Sepedahan

Kamis, 09 September 2021

Akhirnya Kena Juga

Setelah melewati beberapa purnama akhinya aku kena juga. Kena apa? positif covid brooo. Padahal aku sudah divaksin, PPKM didaerahku juga sudah diberlakuin tapi keluar pulaklah varian baru si delta. Disaat itu pulaklah daya tahan tubuhku kena senggol boss sama covid ni. Tapi kalau aku ditanya gimana sampai bisa positif covid.  Aku juga gak tau kenapa bisa kena. Tapi aku mau sekedar cerita bagaimana aku sebelum dan sesudah positif covid.

Jadi dikantor aku itu sebelumnya sudah ada kena covid. Sekitar 16 orang positif, mereka mau enggak mau harus melakukan isoman (Isolasi Mandiri) selama14 hari. Pada saat itu aku masih sehat-sehat aja dan hasil antigen pun masih negatif. Eh... tibanya mereka udah selesai menjalani isoman, giliran aku yang kena. Sial, apes banget dah.

Awal-awal aku kena itu, cuma ngerasa kayak gak enak badan. Meriang, kedinginan tapi suhu badan kalo dipegang panas. Asli ini rasanya gak enak banget ditambah lagi kepala rasanya cenat-cenut gitu. Aku pikir dengan istirahat ini nanti bakal sembuh. Ternyata besoknya, aku masih gak enak badan dan sempoyongan parah.

Singkat cerita akupun izin tidak masuk kerja. Biasalah kalau ditempat kerja, izin sakit itu harus ada surat keterangan dokter dan syarat buat masuk kantor kembali harus melakukan antigen. Ternyata eh tenyata begitu aku antigen hasilnya 2 garis yang artinya positif. dan kalau hasil antigen positif untuk memastikannya keesokan harinya aku harus melakukan PCR untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Hasil PCR aku juga positif dong. Dipastiin aku harus isoman dan gak boleh kekantor selama 14 hari. Itu juga setelah isoman selesai harus dilakukan test PCR terlebih dahulu. Kalau setelah isoman hasilnya negatif barulah boleh masuk kantor. Ya kalo enggak harus lanjut isoman. Asli gak enak banget.

Saat tulisan ini dibuat aku sudah menjalani isoman selama seminggu. Sebenernya setelah aku dinyatakan positif, cuma 3 harilah yang kurasakan enggak enak badan. Selebihnya aku cuma dapet gejala penciuman mulai hilang dan kalau makan itu rasa-rasa kayak kurang bumbu, berasa hambar. Sebetulnya yang paling enggak enak itu adalah rasa bosan karena dirumah aja. Namanya isoman gak boleh kemana-mana.

Kalau aku pikir-pikir lagi, kenapa ya aku bisa sampai positif. Kemungkinan Ini sih karena aku udah meremehkan covid. Aku merasa kalo daya tahan tubuhku lebih bagus dari temen kantor yang lainnya. Dimana temen satu departemenku udah mulai pakai masker double, aku malah sering lepas masker. Pagi juga aku sering sepedahan gak pakai masker dengan alasan susah nafas kalo olahraga pakai masker. Aku juga masih makan diwarung dimana udah dianjurkan bungkus makan dirumah. Pokoknya gak ngikutin prokes seadanyalah.

Yang paling gak enak kalo lagi isoman itu, masih harus kerja dari rumah atau WFH lah istilahnya. Udah dipastikan billing listrik dikontrakan meningkat tajam. AC sama komputer nyala mulu bro. Makan pesan gofood. Kebutuhan konsumsi vitamin sama madu juga, untuk nambah imun. Banyak pengeluaran deh pokoknya.

Dari cerita ini aku cuma mau bilang. Ayolah kawan, tetap ikutilah prokes. Aku ini loh contoh udah pernah kena dan rasanya gak enak banget. Masih syukur enggak sampai parah tapi juga jangan lengah. Jadi kedepannya harus lebih ekstra lagi. Jangan sampai kalian juga mengalaminya ya kawan. Dah lah gitu aja....

Continue reading Akhirnya Kena Juga

Jumat, 16 Juli 2021

Uninstall Sosial Media

 Aku nulis ini karena baru aja nge uninstall aplikasi sosial media dismartphoneku. Ini merupakan salah satu langkah yang kubuat untuk mengurangi atau menghentikan kecanduanku terhadap sosial media. Aku ngerasa kayak udah enggak bisa berhenti untuk menggunakan sosial media. 

Mulai dari bangun pagi, pegang hape langsung buka sosial media. Sampai tertidur juga karna udah karena kecapean buka sosial media. Awalnya buka Instagram, ketika udah bosen buka instagram aku buka twitter. Ketika udah bosen buka twitter aku buka TikTok kemudian kalau aku bosen dengan tiktok aku membuka yang lain lagi. Sampai akhirnya balik lagi buka instagram. Begitu terus menerus setiap hari. 

Aku menulis ini bukan untuk membahas dampak menggunakan sosial media yang sudah banyak dibahas dimana-mana. Tetapi aku menulis ini lebih kayak mau men-challenge diriku sendiri untuk tidak ketergantungan dengan sosial media. Karena apapun yang sudah berlebihan itu pasti tidak baik.

Aku juga belum tau, cara ini efektif atau enggak untuk menghilangkan ketergantungan terhadap sosial media. Tapi setidaknya aku mau coba agar mengurangi atau menghilangkan kecanduan ini. Sebelumnya aku juga pernah mencoba dengan cara puasa buka sosial media. Cara tersebut sering kali gagal karena mudah tergiur ketika melihat icon sosial media masih ada dilayar hape. 

Sudah pasti cara ini berakibat menjadikan aku cepat bosan dan membuat aku gak tau mau ngapain disaat waktu luang. Kondisi inilah yang mau aku manfaatin untuk beralih dari sosial media menjadi kegiatan yang lebih produktif dan mungkin bermanfaatlah. Enggak cuma scroll-scroll doang. 

Jadi aku berencana mengalihkannya dengan kegiatan membaca buku yang manfaatnya lebih jelas. Menulis blog ini, yang membuat aku harus berpikir sedikit kreatif dengan tulisan yang mungkin hasilnya biasa aja tapi setidaknya adalah manfaatnya buatku. Dan rencananya juga mau lebih sering lagi olahraga yang intinya untuk menghindari sosial media gitulah. Aku hanya berharap ini bisa berhasil.

Buat kalian yang punya pengalaman berhenti bersosial media boleh sharing juga dikolom komentar. Tetap jaga kesehatan kalian teman-teman and see you....


Update : Setalah hampir 2 bulanan aku tidak buka sosmed, akhirnya aku kembali lagi menggunakan sosmed. Rasanya aneh banget, mau post sesuatu aja harus mikir dan canggung. Efeknya setelah lama gak buka sosmed aku jadi gak begitu ketergantungan lagi. Dan jadi biasa aja. Kalian cobain deh. Apalagi buat kalian setiap hari post minimal story pasti rasanya aneh banget. Tapi menurut aku puasa sosmed bisa membuat kalian yang addict bisa menjadi normal lagi. Coba aja...


Continue reading Uninstall Sosial Media

Sabtu, 15 Mei 2021

Sulit Untuk Tidak Suka Duren

Jujur aku suka sama raja buah berduri satu ini. Aku tau kalo enggak semua orang suka makan duren. Jangankan makannya, nyium baunya aja ada yang enggak suka. Tapi aku enggak bisa, enggak suka sama duren. Udah dari dulu waktu masih kecil banget udah suka sama duren. Dan aku suka duren itu bukan tanpa sebab.
 
Jadi begini ceritanya, duren itu buah yang musim-musiman dan gak selalu ada didaerahku. Kalau udah musimnya buah duren ini banyak banget yang jual dipinggir jalan. Nah dulu waktu kecil kalau udah tiba waktunya musim duren. Udah pasti ayahku bakal ngeborong duren buat dimakan rame-rame dirumah. Kebiasaan ini nih yang bikin aku jadi suka sama duren. Selain rasanya yang menurut aku enak dan bikin nagih. Makan duren itu seru. 

Seru gimana? cuma makan duren doang? Hmmmm... belum tau kelen. Sini biar ku kasih paham. Bayangin ni ya, bapak pulang bawak duren sekarung dengan motor. Dari kejauhan aja kami sudah tau kalau isi karung itu buah duren. Otomatis kami langsung ngumpul dalam formasi lingkaran untuk menikmati duren itu bersama. Serunya lagi, setiap mau makan duren ada yang bikin penasaran. Kadang suka nerka-nerka gitu, dari bentuk dan dari warnanya, kira-kira duren mana yang paling enak. Begitu dibuka dan nemu duren yang enak, wuiihh... puas kali rasanya. Tapi kalo ada yang mentah atau busuk, langsung kecewa pemirsa sekalian. Menurutku proses belah duren juga gak kalah seru. Ada kebanggaan tersendiri kalau kita sudah bisa membelah duren sendiri karena gak semua duren mudah untuk dikupas. Momen-momen seperti ini yang buat makan duren itu punya kenikmatan dan keseruan tersendiri. Tambah lagi karena dinikmati bersama keluarga.

Aku juga punya pengalaman enggak mengenakkan sih sama duren. Buah duren ini kan punya efek samping kalo dimakan terlalu banyak. Efeknya itu kek rasa-rasa mabuk gitu. Jadi dulu pernahlah aku mabar duren sama kawan-kawan. Entah ngapa makan duren ini kok bikin kepalaku berat kali. Mungkin entah abis makan apa aku waktu itu, makan duren kok pening ku rasa. Tapi aku masih enggak terima, karena biasanya enggak kek gini kok aku. Jadi makin ku santaplah duren ini yakan. beughhh... rasa mau tumbang aku kek orang kenak darah tinggi. Betullah aku pun sakit ya kan weee. Udah sembuh pun aku, ku coba makan duren. Tapi kok ini makan dikit aja udah bikin aku sakit kepala. Makjang... enggak terimalah aku ya kan.

Sebagai pecinta duren, enggak mau aku kalo setiap makan duren harus berujung sakit. Biarpun gitu masih bandel aku, masih kucoba makan duren. Dalam pikiranku pokoknya jangan sampai kalah aku dibuat duren ini. Jadi biarpun sakit aku makan duren, masih tetap ku coba-coba terus. Intinya aku enggak mau duren ini jadi makanan pantangan buat aku. Ternyata berhasil. Sekarang aku makan duren udah gak ada efek samping lagi. Enggak sia-sia lah pokoknya pengorbananku untuk selalu menyukai duren.

Kek gitulah kira-kira ceritaku tentang duren. Tapi kalo kupikir-pikir lagi. Ternyata aku juga enggak terlalu suka duren kalo makan durennya sendirian.  Jadi tu gini, sekarang ini aku kan lagi merantau ke Palangka Raya, Kalteng. Disini aku enggak punya keluarga, temen juga belum banyak. Cenderung sendirian. Kebetulan disini tuh lagi musim duren. Tapi entah kenapa aku kek gak minat gitu sama duren. Aku mau beli tapi udah kepikiran duluan. Makan duren sendirian pasti enggak enak. Jadi walaupun sekarang aku pengen makan duren tapi ku tahan gak makan duren. Sampe adalah gitu kawan untuk diajak makan duren bareng. Jadi dari sini bisa aku simpulkan aku bukan suka duren tapi suka sama suasana menikmati durennya. Dah gitu aja, sekian....
Continue reading Sulit Untuk Tidak Suka Duren

Selasa, 26 Mei 2020

Gugup

Setelah shalat shubuh aku pun melihat ada pesan whatsapp di grup kerja. Salah satu pesan yang menjadi sorotanku yaitu manager berpesan kalau pagi ini akan dilaksanakan briefing untuk semua staff dan karyawan dihalaman kantor jam 7 pagi. Akupun langsung berpikir dan menyiapkan apa saja yang mau ku sampaikan dikesempatan briefing nanti. Ini dikarenakan disetiap ada briefing pagi semua staff dan manager diberi kesempatan untuk menyampaikan arahan dan himbauan didepan semua karyawan.

Karena hari itu hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran idul fitri. Maka dipikiranku, nanti aku tidak akan menyampaikan banyak hal cuma sekedar minta maaf lahir bathin. Akupun merasa tenang karena sudah mendapatkan topik yang hendak ku sampaikan nanti.

Aku segera siap-siap untuk pergi bekerja seperti biasa. Singkatnya sampailah aku dihalaman kantor yang sudah dipenuhi oleh karyawan dan staff yang sudah mulai berkumpul. Jam pun sudah menunjukkan jam 7 pagi, security pun mulai memberi ancang-ancang agar merapikan barisan.

Saat itu aku ada dibarisan depan bagian tengah para staff dan menghadap ke barisan karyawan. Setelah manager datang, dimulailah briefing pagi itu. Satu-satu staff mengucapakan selamat idul fitri dan mohon maaf lahir bathin  serta arahan kedepartemennya masing-masing dimulai dari sebelah kanan ke kiri dengan lancar dan tertib.

Tibalah giliranku dan entah kenapa tiba-tiba aku gugup. Aku mengawali dengan mengucapkan salam selamat pagi begitu lantang dan lumayan keras yang aku harap menambah semangat orang yang mendengarnya. Tapi entah kenapa aku malah diciutkan oleh suaraku sendiri. Semua kalimat yang aku siapkan dalam otak menghilang dan seperti tak mau keluar ketika dibutuhkan. Kalimat patah-patah per kata yang coba ku susun terasa tidak benar dan malah terasa salah. Aku terus mencoba menata kata-kata tapi malah semakin kacau.  Ku tatap wajah orang-orang yang ada didepanku malah membuatku semakin keringat dingin dan lututku bergetar. Ku percepat apa saja yang bisa sampaikan dan terdengar ngasal bahkan untuk diriku sendiri udah ngerasa enggak benar.

setelah mengucapkan salam aku kembali kebarisan staff dengan tertunduk dan pikiran kacau. Sampai-sampai apa yang disampaikan oleh staff berikutnya tak lagi ku dengar. Karena aku rasa suara pikiranku lebih keras saat itu. Sampai briefing pagi itu selesai aku hanya bisa tertunduk dan merasa malu dan enggak berani melihat wajah-wajah rekan kerjaku. Rasanya malu dan pikiran kacau banget.

Sampai tulisan ini dibuat pikiranku masih gak karuan memikirkan kejadian pagi itu. Apalagi pada saat itu manager sempat menyindirku. Sepanjang hari aku kepikiran dan berharap semoga situasi itu  menghilang dari pikiranku atau setidaknya membuatku menjadi lebih tenang lagi dari sebelumnya. 

Dari sini aku sadar terkadang persiapan malah membuat aku gugup dan malah yang dadakan itu bikin aku lepas aja enggak ada beban. Karena persiapan hanya membuat kita was-was dan ketika hal tersebut tidak sesuai dengan persiapan aku malah semakin gugup. Intinya pengalaman ini membuat aku malu banget.
Continue reading Gugup

Selasa, 11 Februari 2020

Kenapa Enggak Dicoba?


Kita nggak bakal tau kalau tidak mencobanya. Kalimat itu udah sering kali aku dengar dari jaman dulu banget. Pelopor kalimat ini menurutku dialah tuan Thomas Alva Edison yaitu ilmuwan penemu lampu. Konon katanya dia menciptakan lampu dengan mencoba terus walaupun mengalami kegagalan sampai berkali-kali hingga akhirnya diapun berhasil menciptakan bola lampu.

Belakangan ini, kalimat "kenapa enggak dicoba?" itu sering kali muncul dibeberapa lamunanku. Bahkan waktu lagi shalat 'ketauan banget kalo shalat aku gak khusyuk yak. Kepikirannya itu gini, aku kan bekerja sebagai IT diperusahaan kelapa sawit. Yang lumayan punya waktu luang untuk melakukan hal lain selain kerjaan. Waktu luang aku tuh selama ini biasanya aku habisin untuk mainin hape, scrol-scrol sosmed dan rebahan doang. Tapi kok dilalah sekarang aku kepikiran untuk jadi orang yang lebih produktif diwaktu senggangku yang selama ini cuma kubuang gitu aja. 

Salah satu yang pengen kubuat adalah nulis di blog, ya walaupun aku nggak mahir menceritakan keluh kesahku lewat tulisan. Tapi apa salahnya dicoba dan mudah-mudahan ketagihan abis itu konsisten nulis.Ya walaupun lebih banyak labilnya kalo soal nulis. Banyak malesnya tapi "kenapa enggak dicoba?"

Belakangan ini malah kalo malam aku mencoba buat-buat video tutorial singkat yang aku uploud ke youtube. Dimana aku ngomong sambil ngerekam aktivitas aku dikomputer 'ini sih masih nyambung sama kerjaan "dunia IT". Mulai dari yang simple-simple gitu dan gak mau ribet sama editing-editing dulu karena takut menurunkan minat bikin video. Editing emang kadang bikin punyeng dan takutnya minat bikin video malah ngedrop. Yaudah aku coba dengan yang simple-simple aja dulu. Kan nggak ada salahnya mencoba. Harapanku lagi-lagi semoga aja konsisten.

Tujuan aku mencoba hal-hal iseng seperti ini, cuma pengen meninggalkan jejak keproduktifan aja sih. Aku ngebayangkannya 'andai aku terus konsisten ngelakukannya dan nggak berasa ternyata udah banyak yang aku buat walaupun nggak ada yang lihat atau minat dengan yang aku buat. Setidaknya bakalan jadi kesenangan diri sendiri untuk melihat-lihatnya kembali dimasa mendatang. Contohnya aja kalo aku ngeliat lagi hasil video buatan aku bareng temen-temen yang udah lama aku buat dulu rasanya seneng aja gitu, suka ketawa-ketiwi sendiri. Itu aja alasanku untuk "Kenapa enggak Dicoba?"

Continue reading Kenapa Enggak Dicoba?

Minggu, 29 Desember 2019

,

Pengalaman Ganti LCD Iphone 5





Namanya juga barang elektronik pastilah suatu saat akan mengalami kerusakan. Begitu jugalah dengan Iphone 5 yang ku beli 4 tahun yang lalu. Dimana iphone 5 pada saat ini sudah tergantikan dengan generasi-generasi iphone terbarunya. Namun apa daya aku masih melirik iphone 5 karena harganya sudah menurun jauh. Itupun bagiku masih mahal karena harus menyisihkan gaji beberapa bulan tapi tetap aku beli karena sudah bulatnya keinginan.

Setahun lamanya aku menggunakannya. Tapi entah mengapa tiba-tiba touchscreennya tidak lagi berfungsi. Aku kalang kabut kala itu. Beberapa cara sudah saya lakukan dengan melihat tutorial di internet seperti downgrade iOS menggunakan aplikasi ITunes di PC dan coba tidak menggunakannya lagi dengan waktu lama tapi touchscreen tak kunjung merespon.

Nyerah, akupun beralih ke smartphone android. Lama ku simpan iphone 5 ku didalam lemari. 3 tahun berlalu akupun mencoba membeli touchscreen part di toko online Tokopedia harganya Rp.100K + Rp. 50K ongkir dan mencoba memperbaikinya sendiri. Coba-coba mau tau berhasil. Bermodalkan tutorial youtube akupun berhasil memasang touchscreennya tapi hasilnya mengecewakan. Touchscreen sudah merespon ketika disentuh tetapi penampakannya LCD bergaris-garis. Aku yang salah pasang atau part nya yang tidak cocok, aku tidak tau. Alhasil Iphone 5 ku kembali kedalam lemari.

Setahun sudah Iphone 5 ku didalam lemari akupun kembali mengeluarkannya kembali untuk diperbaiki. Kali ini aku percayakan pada service ponsel yang ada di Pontianak yaitu LAY Ponsel di Jl. Tanjung Raya 2 atas rekomendasi temen, murah katanya (bukan promo yeeee). Tidak butuh waktu lama, aku antar siang dan malanya sudah bisa aku ambil dengan biaya Rp.250K dengan garansi satu minggu. Iphone 5 ku pun kembali normal.



Setelah iphone 5 membaik dari penyakit panjangnya. Akupun mulai melepas rindu dengannya. Sekedar buat membuka sosmed dan mencoba-coba kembali kameranya.Tapi ada yang berbeda, tidak seperti dulu lagi ketika pertama kali ku menggunakannya. Beberapa perbedaan yang aku rasakan yaitu :
  1. Cepat panas. Penggunaan 5 menit terhubung ke wi-fi cuma buat buka sosmed seperti IG  saja sudah sangat panas.
  2. Baterai cepat terkuras. Memang kapasitas baterai Iphone 5 sangat kecil tapi tidak seperti biasanya karena dengan kondisi baterai 100% digunakan buat buka-buka sosmed lebih kurang selama 1 jam sudah lowbat.
  3. Kecerahan LCD tidak bisa diatur. Sudah diatur naik turun tapi kecerahan LCD tetap saja.
Selain 3 kekurangan diatas, iphone 5 ku masih bisa digunakan kok. Menurutku ini wajar dikarenakan LCD atau Touchscreen yang dipasangkan tidak lagi orisinil makanya masih banyak kekurangan. Walaupun tidak ku gunakan untuk sehari-sehari, Iphone 5 ku masih ku gunakan sekedar untuk iseng-iseng saja. Yaa.. anggap saja jadi koleksi.

Continue reading Pengalaman Ganti LCD Iphone 5