Siapa yang bisa menjamin barang yang kita pakai sehari-hari tidak akan rusak. Mau itu gadget, kendaraan atau cuma sekedar sempak yg kita pakai. Biasanya rusak karena pemakaian. Bisa juga karena umurnya. Bisa juga karena keteledoran diri sendiri. Bahkan barang lama yang tidak dipakai saja bisa rusak padahal gak dipakai loh itu.
Sadarkah kita, kalau sebenarnya kita ketergantungan dengan barang yang saat ini kita gunakan. Kalau salah satunya saja rusak pasti ada aja aktivitas yang terganggu dan bikin resah.
Kita deh yang laki-laki ini. Sempak rusak yang sudah berlubang-lubang tapi enggak juga diganti (kebiasaan siapa ini woyyy). Sampai-sampai tidak mampu lagi menampung beban perbijian ini (tak usah dibanyangkan ya teman). Biarpun rasanya sudah tidak nyaman tapi tetap kita paksakan untuk memakainya. Karena kita tahu tidak pakai sempak jauh lebih tidak nyaman (bergelantungan tapi bukan Spiderman). Gimana kalau hape yang saat ini kita genggam tiba-tiba rusak. Mau dipaksa pakai pun tak bisa. Setelahnya ada rasa nyaman yang harus kita tinggalkan. Gelisah gak bisa scroll sosmed lah, gelisah gak bisa chat si doi lah. Gelisah aja lah pokoknya. hmm. . .Sepertinya kita sudah ketergantungan dengan barang-barang bisa rusak kapan aja ini deh.
Anggap saja kita sudah merawat dan berhati-hati memakainya. Okey umur pakainya semakin panjang. Kalaupun rusak bisa saja kita perbaiki toh banyak penyedia jasa service, tergantung ada duitnya atau enggak. Tapi apakah itu semua bisa membuatnya untuk dipakai selamanya. tidak! Semua akan rusak pada waktunya. Kalau diingat lagi selama hidup sudah berapa barang yang menemani sampai akhirnya rusak dan berakhir dengan menggantinya. Tidak ada yang salah dengan menggantinya karena kita BUTUH ketergantungan dengannya.
Lalu aku termenung. Apakah semua ini hanya soal mengganti yang rusak dengan yang baru? atau ini sebuah pelajaran tentang kefanaan bahwa tidak ada yang abadi. Atau apa sebenarnya semua ini?
Hingga akhirnya terbayang olehku gadget yang rusak tergeletak, ku lihat sosoknya seperti prajurit yang kalah perang. Dia yang setia menemani. Penghubung ku ke dunia entah berantah dan Si penyimpan kenangan. Kini, layarnya retak dan baterai yang tak lagi mau mengisi. Seakan dia berkata padaku: "Aku sudah selesai dengan tugasku dan silahkan cari penggantiku." Ceilaaah. . . se-dramatis inikah kita dengan gadget yang semua dan apapun bentuknya bisa rusak kapan saja? atau . . . ?

semua yang di dunia gak afa yang selamanya mas, teemasuk kita juga akan rusak, tua
BalasHapusjadinya insecure enggak sih . . .
HapusKalo saya beberapa barang yang rusak kayak sepatu, jarang di pake, sekalinya di liat gak taunya haknya udah coplok dan kulitnya ngelotokπ¬
BalasHapusBetul sih enggak ada yang abadi di dunia ini
Iya benerkan mbak, apa aja bisa rusak
Hapusyg kadang bikin repot emang
Yang abadi di dunia ini hanya Sang Pencipta ya kang. Kalau yang lain apalagi sempak eh hape maksudnya itu ngga bakal abadi. Kadang hape baru beli aja sudah tidak abadi, ada yang embat waktu diletakkan sembarangan.π
BalasHapusBener banget mas
HapusKarena tak ada sempak yg tak bolong
Sudah kurang lebih hampir 10 tahun menerapkan gaya hidup yang lebih mindful (dan jumlahnya sangat minimalis). Termasuk saat membeli barang, mengupayakan menabung supaya bisa beli barang dengan kualitasnya terbaik. Sepengalamanku kalau dihitung secara ekonomis akan jauh lebih murah ketimbang beli yang kualitasnya seadanya.
BalasHapusStrategi biar gak sering ganti barang ini ya
HapusMenarik. . .
Nyawa aja ada masanya, apalagi barang-barang ciptaan manusia, pasti bakal abis juga masanya.
BalasHapusbetul juga mas, semua pasti bakal rusak juga... saat ini ada lebih dari 5 gadget ponsel saya yg tergeletak tak terpakai dgn berbagai merk, mau dibuang sayang.... jd ya cm buat koleksi aja...
BalasHapusBanyak juga 5 gadget
HapusKira-kira bakal nambah berapa lagi tuh mas
Sekalian belajar dari sini mas, memang tidak ada yg abadi. Apapun itu, pada akhirnya akan rusak, mati, hilang, habis, apalah namanya. Aku dulu ngerasa berat kalau ada barangku yg rusak atau hilang.
BalasHapusTapi skr ini, udah ditahap ikhlas aja kalau ada barang yg hilang, rusak. Krn dipikir toh, pada dasarnya itu semua bukan milik kita. ☺️. Kalau Tuhan mau ambil miliknya lagi, ntah dengan cara menghilangkan, merusak, meninggal atau ga bisa dipakai lagi, ya sudahlah... Memang harus ikhlas kan π
Jangankan barang, raga kita yang bukan buatan pabrik akan (bisa) rusak pada waktunya.
BalasHapusIya lagi iya lagi
HapusMasih terheran-heran sama barang-barang yang justru berkurang kinerjanya (atau sialnya malah rusak) kalau nggak dipakai. Yang baru-baru ini bikin saya mangkel adalah sepeda onthel. Masa iya, ban-bannya sudah kempis padahal baru seminggu diistirahatkan?! π€£ Kemana perginya semua angin yang ada di dalam situ?! Ajaib!
BalasHapusSelayaknya manusia, barang tak terpakai itu seperti bosen gak ngapa-ngapain abis itu rusak aja kali ya π€£
HapusSemuanya akan binasa termasuk diri kita. Tidak akan ada yang pernah kekal indah berfungsi selamanya. Memang begitu aturannya.
BalasHapusMau buat aturan baru pun tak bisa π
Hapus