Sungguh luar biasa cobaan menjadi WNI. Terkhusus buat mereka yang hidupnya merantau. Gimana tidak? Mau pulang kampung setahun sekali saja sudah harus mendapat cobaan yang bikin ngelus dada. Transportasi yang begitu diandalkan di negeri kepulauan ini yaitu pesawat. Harga tiketnya dibandrol sungguh diluar nurul (nalar). Aku nulis ini aja sambil mangkel (sesekali istigfar).
Oke mari kita flashback, ke titik aku pertama kali aku datang dari medan ke palangkaraya tahun 2021 dengan harga tiketnya masih 1,2 juta. Bahkan dulu sebelum covid pernah beruntung gak sampai sejuta. Tahun 2022/23 aku lupa harganya berapa. Tahun 2024 kemarin aku pulang kampung dengan harga tiket 2,8 juta (udah berasa tuh). Tahun 2025 skip pulang kampung dulu. Rencananya ditahun 2026 ini aku mau pulang kampung. Dan kalian tahu sekarang harga tiketnya berapa?
Itu harga yang mesti dibayar hanya untuk berangkatnya. Belum baliknya. Biaya pulang kampung kan bukan cuma tiket ya (hadeeuhh). Mau tidak mau aku harus tetap beli karena udah kangen banget mau kumpul bareng keluarga (hidup pejuang rantau!). Tapi kok gini amat ya jadi WNI perantau. Semoga kita masuk surga jalur WNI ya teman-teman (Aamiin. . . sekenceng-kencengnya)
Sebenernya ada alternatif lain dengan transit di bandara Kuala Lumpur setelah itu baru ke medan. Tapi sungguh disayangkan bandara Palangkaraya belum internasional. Padahal kalau bisa bakal hemat sejutaan per sekali terbang. Inilah letak anehnya dan sudah banyak yang bandingin penerbangan domestik dengan internasional. Penerbangan internasional malah lebih murah, kok bisa? Video Short dibawah ini udah mewakili banget sih.
Sampai-sampai aku minjem doa bilqis buat kita semua WNI
Ya Allah sayangi WNI. . .
Ya Allah lindungi WNI. . .
Ya Allah jaga WNI. . .
Ya Allah bantu WNI. . .






