Jadi waktu itu begini kejadiannya. Kami satu kelas sedang khusyuk mendengarkan guru mengajar. Ditengah kekhusyukan itu salah satu temen cewek dikelas kami mengangkat tangan sambil menutup hidung dan berkata "Bu. . . Ada yang kentut". Sontak murid lain menutup hidung termasuk aku untuk menghidari bau laknat itu.
Melihat kondisi tersebut secara spontan uhuy salah satu teman kami yang bernama Tito berdiri dan berkata "ada kentut, kok kalian malah tutup hidung !!! Enggak hilang-hilang nanti bauknya. Ayo. . . Kita hisap bareng-bareng biar kentutnya cepat hilang" sambil memperagakan menghisap udara dengan sekuat tenaga. Tawa satu kelas pun berhamburan. Kami tak menduga ide logis tapi ngawur ini disampaikan begitu menyakinkan seperti dari seorang pakar perkentutan.
Kejadian itu, entah kenapa sampai sekarang bahkan setelah belasan tahun berlalu masih membuatku senyum-senyum sendiri. Setelah mengikuti saran Tito kamipun keracunan kentut asam metana. Sampai saat ini, kentut itu masih menjadi misteri. Dari bokong siapa sebenarnya gas berbahaya itu berasal. Tamat!


saya curiga yang kentut mungkin mas lyon sendiri jadi ga ketauan 🤣
BalasHapusBisa jadi yee Nif... Karena mas Liyon Khilaf jadi lupa.🤣🤣🤣
HapusBener banget itu.. wkwkwk
HapusEnggak bakal saya melaknat kentut saya sendiri 😁
BalasHapusUdah ngaku aja, ngga ada yang marah kok.. wkwkwk
HapusLhaa Negara Dijepang nyium kentut bisa digaji mahal katanya... Karena beda kentut pasti beda orangnya.. Begitu juga pada baunya jika menyengat berarti ada yang salah dengan pola makan dan kesehatannya.🤣🤣🤣
BalasHapusHarusnya waktu disekolah mas Liyon buat sayembara, siapa yang ngaku kentut dengan jujur akan dapat bonus uang atau makan gratis.🤣🤣🤣
Masalahnya ada yang berani nggak?🤣🤣🤣
Ide logis tapi ngawur..wkwkwk..gimana urusannya itu..wkwkwk..tapi yang jadi pertanyaannya banyak yang praktekin ngga itu ide si Tito? wkwkwk
BalasHapusbaca cerita ini mengingatkan byk hal tentang zaman SMA.masa paling indah kata org2 hehehe. termasuk byk ide2 gak logis yang kluar dari anak kelas td..hehe
BalasHapusKenangan mengusik jiwa... hehehehe
BalasHapusHaha kentut dalam kenangan
BalasHapusEmang gitu ya
Masa lalu akan menjadi indah setelahnya
Misteri kentut pun tak terkuak hingga zaman blogger
Hello kereenn