Kalau kalian lihat di arsip blog ini, produktifitas menulisku setiap tahunnya cuma ada satu tulisan dan itu kesannya memang seperti dipaksakan. Lebih kek supaya ada tulisan aja, minimal satu disetiap tahunnya. Di blog ini aku malah lebih sering melakukan blogwalking daripada menulis. Jujur sebenarnya masih belum PD dengan tulisan sendiri.
Tapi kali ini aku lagi kepikiran dosa dan pengen banget menuliskannya di blog ini. Bukan untuk menggurui atau menceritakan aib sendiri yang sangat banyak ini. Karena kalau mau menggurui ilmuku masih seujung kuku bakteri dan kalau mau nyeritain aib sendiri juga itu sungguh tidak dianjurkan (coba deh cek QS. An-Nur:19). Disini aku sekedar kek mau curhat keresahan yang belakangan ini lagi aku rasain yaitu berkenaan dengan dosa.
Jadi tuh ya, kalau abis ngelakuin dosa. Sebenernya ada saja hal sial yang menghampiri setelahnya. Bisa kek tiba-tiba kesedak waktu nyeruput kopi lah, enggak sengaja ngirim stikers jahat di grup kantor lah. . .(malu dan jadi aib sih ini), isi rekening yang tiba-tiba diakhir bulan menipis lah (enggak tiba-tiba sih ini) dan amit-amit ke sleding Sergio Ramos pas lagi nonton highlight bola (ini paling serem sih). Hanya saja aku atau kita ni ya, suka gak sadar kalau itu sebetulnya bentuk teguran dari Tuhan the one only Allah SWT. Seandainya saja disetiap kesialan itu seiring dengan kesadaran telah berbuat dosa, kan minimal kita bisa langsung istigfar dan syukur-syukur bisa langsung tobat atau bermuhasabah diri. Lah ini parahnya, abis itu malah mengumpat atau memaki.
Kalau dipikir-pikir lagi ya, sebenernya ada yang lebih serem dari mendapat sial setelah ngelakuin dosa. Apa itu bang? Enggak lagi mengalami hal sial setelahnya. Lah kenapa lebih serem? karena itu tandanya dosa yang kita lakukan itu sudah terlalu sering dan Allah udah enggak mau lagi menegur lewat kesialan-kesialan tadi. Kebayang kan setelah itu kita dibiarkan melakukannya terus-menerus dengan tenang aman damai sampai ajal menjemput. Artinya kita dibiarkan berdosa-dosa tanpa ada yang menegur lagi. Apa enggak serem tuh sialnya nanti diakhirat. Ih. . . . sereeem bangetlah pasti. . .
Kalian jadi kepikiran dosa juga kan! ya kannn. . . yuk istigfar. . .
Continue reading Kepikiran Dosa