Aku tuh sadar kalau mood itu bisa mempengaruhi aktivitas harian. Tidak jarang ada kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya tapi harus berakhir mengecewakan hanya gara-gara mood lagi enggak bagus. Sebaliknya yang awalnya tidak direncanakan, tiba-tiba bisa begitu semangat membangun negri bersama kuli.
Aku tuh pernah bangun pagi, mood lagi bagus. Langsung semangat berangkat jogging, beres-beres rumah, menyapa tetangga, nafkahin keluarga, kerja sampai lupa waktu dan rela enggak digaji. Anehnya mood itu, kayak waktu aku abis nerima gaji, mood bagus banget tuh. Tapi setelah uangnya untuk bayar ini bayar itu berubah deh itu mood. Langsung mikir gini banget jadi budak firaun ya (jadi merasa paling ampas hidupnya).
Se-mriwing itu mood mengombang-ambingkan aktivitasku. Sempat mikir, apa gak bisa mood itu bagus terus sampai hayat(i) tenggelam bersama kapal van der wijck. Kalau nanya google, saran dari dunia kesehatan (halo dek), dengan kita jaga makan sehat, olahraga, tidur teratur dan UANG YANG BANYAK bisa bikin mood kita lebih stabil. Tapikan faktor itu semua gak bisa selalu kita jaga, ada aja pasti halang merintangnya.
Tapi lagi-lagi aku yang manusia biasa ini sebenarnya memang dirancang bukan untuk jadi spongebob. Tapi justru disini aku sadar kalau sebenarnya aku lagi diberi kesempatan untuk merasakan spektrum mood yang semriwing naik turunnya. Bisa dibilang mood itu ku anggap seperti makanan, ada yang enak dan ada juga yang enak banget. Kalau enggak enak bisa jadi karena kurang bumbu. Sekian. . .







