Minggu, 18 Januari 2026

Enak itu Nagih


Aku sebenernya punya kelainan yaitu gak bisa berhenti kalau sudah makan makanan enak (ini kelainan bukan sih😂). Ya. . .kecuali kalau aku sudah kenyang banget atau makanannya yang habis duluan. Menurutku makanan enak itu begitu problematik. Gimana tidak? Disaat kita hendak makan, sering kali kita lebih memilih yang enak. Setelah dimakan malah ketagihan dan susah untuk berhentinya. Ujung-ujungnya membuat makan berlebihan. Terus aja gitu sampai gak sadar udah jadi gemoy.

Saat ini aku itu kebiasaan makan diwarung dengan alasan efisiensi waktu. Jadi aku baru aja pulang dari kantor dan memutuskan untuk makan nasi padang. Tapi masih bingung menentukan makan di RM  Sambalado atau RM Uda. Dilemanya RM Sambalado itu favoritku karena enak buanget dan kalau udah kesitu gak cukup makan satu piring sedangkan RM Uda itu rasanya biasa aja dan jaraknya dekat dari kantor. Dengan alasan efisiensi waktu dan agar tidak makan berlebihan akhirnya aku memilih RM Padang Uda.

Singkat cerita aku makan la itu nasi padang Uda. Tapi lah ya kok abis makan masih belum puas. Malah terngiang-ngiang diingatan enaknya nasi padang di RM Sambalado. Alhasil habis dari RM Uda aku makan lagi ke RM Sambalado. Hasilnya aku kenyang banget. Berakhir menyesal sambil memegang perut buncit ini. Sambil menyalahkan kenapa nasi pada RM Sambalado harus enak sih.

Habis dari kejadian ini akupun bertanya-tanya dan bermuhasabah diri. Kenapa ya enak itu bikin nagih? Kalau udah nagih seringkali jadi berlebihan. Kalau udah berlebihan pasti ujungnya tidak baik. Bahkan ini bukan cuma makanan. Bisa juga seperti scroll sosmed, berleha-leha, korupsi, nark*ba, s*ks, p*rn*grafi, dll. Hal yang enak ini juga seringkali effortless untuk menyukainya. Sebaliknya hal yang tidak enak itu malah berujung baik seperti puasa, makanan sehat, olahraga, belajar, dll. Tapi lah ya kok kita harus membentuk kebiasan dan effort lebih untuk menyukainya. Jadi dari sini aku jadi curiga dengan hal-hal yang terasa enak. Bisa jadi hal tersebut enak tapi belum tentu itu baik.



Continue reading Enak itu Nagih

Minggu, 11 Januari 2026

Mendengarkan Blog

Sebelumnya kalian pernah enggak sih kepikiran buat mendengarkan blog. Iya bener. . . mendengarkan bukan membaca. Kalau membaca mah udah biasa ya. Jadi sekarang tuh, blog yang kita ketik tulis ini selain kita baca juga bisa kita denger. Bukan. . . bukan dengan menyuruh orang lain membacakannya lalu kita dengerin. Melainkan ini sebuah fitur yang memang sudah disediakan dan kita tinggal pakai saja. Biar ada gambarannya kalian bisa lihat video berikut  (volume dihidupin ya):

Nama fiturnya itu "Read Aloud" atau baca dengan lantang. Sebenernya fitur ini udah lama, hanya saja sekarang terdengar lebih natural karena text to speech-nya sudah dibekali AI. Fitur ini sih yang aku tau baru ada di browser Microsoft Edge ya. Browser lain seperti Mozilla, Chrome aku coba cari sih belum ada (koreksi kalau aku salah). 

Kalau aku sih, fitur ini berguna kalau lagi capek baca (mata lelah karena kelamaan natap layar). Caranya simple banget kok:
  • Buku Browser Edge
 
  • Buka blog atau artikel yang hendak kalian dengar lalu klik logo A diujung kolom URL

  • Entar muncul bar seperti ini :

  • Aku saranin Voice Options-nya pilih yang "Microsoft Ardi Online" karena suaranya terdengar natural tidak seperti robot (berasa kek lagi dibacain gitu). Kecepatan bacanya juga bisa kalian atur disini


Udah gitu aja sih, dengan begitu kalian sudah bisa mendengarkan blog. Dan fitur ini juga tersedia di smartphone ya kawan-kawan. Tapi sayangnya kalau artikel yang mau kita dengar itu ada banner iklan. Teks iklannya juga akan terbaca dan itu lumayan mengganggu untuk didengar. Fitur ini juga belum bisa mendeskripsikan gambar karena mungkin fitur ini tujuannya cuma bacain teks ya.

Harapanku, fitur ini nantinya bisa lebih canggih lagi. Nantinya tulisan blog hanya dengan sekali klik bisa dibaca, didengar dan juga ditonton layaknya podcast, berita, sketsa atau bahkan film yang dasar kontennya itu cuma tulisan (kek nggak asing ya. . . prompt 😂). 

Tapi btw kalian udah pernah coba fitur ini?




Continue reading Mendengarkan Blog

Selasa, 06 Januari 2026

Trik Sarungan



Tak terpikirkan olehku sebelumnya. Bagaimana membawa uang ketika sedang memakai sarung? Disaku bajulah bang. Iya bener. Bagaimana kalau baju yang kita kenakan tak bersaku? Sarung tidak memiliki saku (kecuali sarung modif). Padahal memakai sarung sungguh praktis dan nikmat tapi lah ya kok ribet kalau mau bawa uang.

Keperluan membawa uang ketika hendak ke warung tidak kenal kondisi. Mau itu lagi pakai stelan jas atau lagi pakai sarung. Kebetulan saat ini aku gemar menggunakan sarung (maklum umur sudah hampir menginjak kepala orang). Tidak jarang aku mengalami kesulitan ketika hendak ke warung hanya sekedar untuk membeli snack atau kebutuhan rumah. 

Ada opsi nyelipin uang diantara sempak  sarung tapi sungguh tidak septi karena bisa aja jatuh tanpa sadar dan terasa risih terkena kulit. Sampai akhirnya aku menemukan trik ini :


Uwauu. . .Sungguh nikmat tuhan mana yang kau dustakan kawan. Trik ini sangat aman dan nyaman. Cuma satu kekurangannya. Ketika mau bayar belanjaan dikira sedang menggaruk BIJI. 

Kepada mbak penjaga warung : Maafkan aku ya mbak, sudah membuat mbak salah paham. Kabur. . . . 
Continue reading Trik Sarungan

Selasa, 30 Desember 2025

,

Tiket Pesawat buat WNI


Sungguh luar biasa cobaan menjadi WNI. Terkhusus buat mereka yang hidupnya merantau. Gimana tidak? Mau pulang kampung setahun sekali saja sudah harus mendapat cobaan yang bikin ngelus dada. Transportasi yang begitu diandalkan di negeri kepulauan ini yaitu pesawat. Harga tiketnya dibandrol sungguh diluar nurul (nalar). Aku nulis ini aja sambil mangkel (sesekali istigfar). 

Oke mari kita flashback, ke titik aku pertama kali aku datang dari medan ke palangkaraya tahun 2021 dengan harga tiketnya masih 1,2 juta. Bahkan dulu sebelum covid pernah beruntung gak sampai sejuta. Tahun 2022/23 aku lupa harganya berapa. Tahun 2024 kemarin aku pulang kampung dengan harga tiket 2,8 juta (udah berasa tuh). Tahun 2025 skip pulang kampung dulu. Rencananya ditahun 2026 ini aku mau pulang kampung. Dan kalian tahu sekarang harga tiketnya berapa? 


Itu harga yang mesti dibayar hanya untuk berangkatnya. Belum baliknya. Biaya pulang kampung kan bukan cuma tiket ya (hadeeuhh). Mau tidak mau aku harus tetap beli karena udah kangen banget mau kumpul bareng keluarga (hidup pejuang rantau!). Tapi kok gini amat ya jadi WNI perantau. Semoga kita masuk surga jalur WNI ya teman-teman (Aamiin. . . sekenceng-kencengnya)

Sebenernya ada alternatif lain dengan transit di bandara Kuala Lumpur setelah itu baru ke medan. Tapi sungguh disayangkan bandara Palangkaraya belum internasional. Padahal kalau bisa bakal hemat sejutaan per sekali terbang. Inilah letak anehnya dan sudah banyak yang bandingin penerbangan domestik dengan internasional. Penerbangan internasional malah lebih murah, kok bisa? Video Short dibawah ini udah mewakili banget sih.


Sampai-sampai aku minjem doa bilqis buat kita semua WNI

Ya Allah sayangi WNI. . .

Ya Allah lindungi WNI. . . 

Ya Allah jaga WNI. . .

Ya Allah bantu WNI. . .

Continue reading Tiket Pesawat buat WNI

Minggu, 21 Desember 2025

Generate Video Gratis, Grok AI


Aku baru saja mencoba Grok AI milik Elon Musk (xAI). Awalnya aku mau sedikit ngulik chatbot-nya buat ngebandingin dengan AI lain (Copilot, Gemini, chatGPT). Waktu lagi asyik ngulik aku melihat tombol create image dan ternyata disitu ada fitur generate video gratis yang mana di AI lain (Veo3, Sora) itu fitur berbayar. Mumpung gratis kenapa enggak aku coba aja pikirku.



Video pertama aku generate dari foto bersama anakku ditaman (ini tidak pakai prompt melainkan template yang disediakan Grok). Hasilnya bagus juga ternyata, tupai datang begitu natural. Kalau tadi pakai template berikutnya aku generate menggunakan prompt sederhana dari foto bersama temen kantor ditempat makan. Adapun prompt ngawurnya seperti ini :



Hasilnya begini :


Hasil video yang kedua ini, terlihat wajah kami tidak konsisten dan malah berubah. Tapi hasilnya tidak buruk juga. Lumayanlah untuk fitur gratis dan hebatnya lagi walaupun gratis gak ada watermark-nya loh. Setelah ku cari tau untuk pengguna gratis, fitur ini dibatasi sebanyak 20 kali/hari. 

Sejauh ini untuk AI dengan fitur generate video tidak banyak yang gratis. Sebelum Grok yang aku tau baru TikTok saja yang ngasih fitur ini tapi itupun TikTok hanya berupa template tidak ada generate lewat prompt. Buat yang mau coba, silahkan kalian download aplikasinya atau akses lewat website-nya grok.com atau bisa juga lewat X (Twitter). sekian. . .

Bonus :



Continue reading Generate Video Gratis, Grok AI

Rabu, 17 Desember 2025

Video Montage


Belakangan ini aku lagi seneng banget ngeliat video clip beraliran montage. Buat yang gak tau video Montage itu teknik video yang berisi potongan-potoangan klip berdurasi pendek yang digabung menjadi satu klip bertujuan untuk menggambarkan perkembangan waktu, perjalanan, atau emosi tertentu. Diantaranya video clip dari Niki - Backburner (asli betah banget ngeliat video clip ini):



Entah kenapa video clip montage seperti ini seakan membawaku mengingat kenangan. Apa mungkin karena aku lagi rindu ? entahlah. . .

Saking sukanya, bisa ku putar berulang-ulang bahkan sampai aku buat playlist-nya di youtube dengan nama best clip. Kalian bisa lihat contoh lainnya seperti :










Aku juga jadi terinspirasi dan keranjingan untuk ngumpulin momen-momen kecil yang ada disekitarku. Selain untuk menyimpan kenangan tapi juga untuk membuat video montage. Mungkin hasilnya gak begitu bagus tapi entah mengapa suka aja gitu membuatnya :





Ada yang sama? Rekomendasiin aku dong. . .





Continue reading Video Montage

Sabtu, 13 Desember 2025

Mood Semriwing



Aku sedikit heran sama Spongebob yang hampir di setiap episodenya dia bangun pagi dengan wajah ceria dan selalu siap berangkat kerja ke Krusty Krab. Kayak hidupnya itu nggak ada masalah (buat masalah iya). Nggak peduli apa yang terjadi moodnya selalu bagus.

Aku tuh sadar kalau mood itu bisa mempengaruhi aktivitas harian. Tidak jarang ada kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya tapi harus berakhir mengecewakan hanya gara-gara mood lagi enggak bagus. Sebaliknya yang awalnya tidak direncanakan, tiba-tiba bisa begitu semangat membangun negri bersama kuli

Aku tuh pernah bangun pagi, mood lagi bagus. Langsung semangat berangkat jogging, beres-beres rumah, menyapa tetangga, nafkahin keluarga,  kerja sampai lupa waktu dan rela enggak digaji.  Anehnya mood itu, kayak waktu aku abis nerima gaji, mood bagus banget tuh. Tapi setelah uangnya untuk bayar ini bayar itu berubah deh itu mood. Langsung mikir gini banget jadi budak firaun ya (jadi merasa paling ampas hidupnya).

Se-mriwing itu mood mengombang-ambingkan aktivitasku. Sempat mikir, apa gak bisa mood itu bagus terus sampai hayat(i) tenggelam bersama kapal van der wijck. Kalau nanya google, saran dari dunia kesehatan (halo dek), dengan kita jaga makan sehat, olahraga, tidur teratur dan UANG YANG BANYAK bisa bikin mood kita lebih stabil. Tapikan faktor itu semua gak bisa selalu kita jaga, ada aja pasti halang merintangnya.

Tapi lagi-lagi aku yang manusia biasa ini sebenarnya memang dirancang bukan untuk jadi spongebob. Tapi justru disini aku sadar kalau sebenarnya aku lagi diberi kesempatan untuk merasakan spektrum mood yang semriwing naik turunnya. Bisa dibilang mood itu ku anggap seperti makanan, ada yang enak dan ada juga yang enak banget. Kalau enggak enak bisa jadi karena kurang bumbu. Sekian. . .



Continue reading Mood Semriwing

Sabtu, 06 Desember 2025

Jujur Aku Baru Tau ini

Blog ini udah dibuat dari tahun 2017 menggunakan platform Blogger. Aku kenal blogger udah lebih lama dari tahun dibuatnya blog ini. Tapi ada yang buat aku geleng-geleng kepala karena baru tahu. Yaitu fitur "Daftar Bacaan".

Fitur apa sebetulnya ini? ini tuh daftar tulisan terbaru blog atau website yang kita ikuti. Kenapa "Daftar Bacaan" ini penting? ya karena dengan melihat "Daftar Bacaan" ini kita bisa melihat update tulisan terbaru teman-teman blog yang kita ikuti. Itu artinya kita bisa lebih gercep membaca postingan terbaru website atau blog yang kita ikuti. Coba deh lihat timeline dibawah ini :

Lebih noraknya lagi "Daftar Bacaan" ini bukan cuma tulisan yang dibuat lewat blogger aja. Tapi dari Wordpress, Substack, Tumblr, Medium atau website berita sekalipun bisa (tapi ini saranku jangan sih difollow karena bakal nutup tulisan temen yang lain karena terlalu update), website tulisan apapun itu nanti nongol di "Daftar Bacaan" ini. Lah gimana ceritanya? Buat yang mau tulisan blog atau website temen tampil disitu tuh gini caranya :

  1. Pertama kita copy dulu website atau link blog yang mau kita ikuti
  2. Abis itu kita ke "Daftar Bacaan"
  3. Klik dah tuh "Kelola"

  4. Abis itu "Tambahkan" 

  5. Paste dah tuh linknya ke 
Kalian bisa ikuti secara public atau ikuti secara diam-diam dengan pilih ikuti secara anonim. Gitu aja guys. . . untuk menjadi blogger yang baik hati dan gercep berkunjung ketika ada tulisan baru. Norak banget kan aku yang baru tau ini 😁 atau ada juga yang samaan.

Ini diakses langsung dari browser ya temen-temen bukan lewat aplikasi blogger. Di Aplikasi Blogger  sendiri enggak ada fitur "Daftar Bacaan". Ini juga gak ada perbedaan mau diakses lewat hp, tablet, atau komputer.

Cara ini juga ada versi videonya :








Continue reading Jujur Aku Baru Tau ini

Sabtu, 29 November 2025

Semua Akan Rusak Pada Waktunya




Siapa yang bisa menjamin barang yang kita pakai sehari-hari tidak akan rusak. Mau itu gadget, kendaraan atau cuma sekedar sempak yg kita pakai. Biasanya rusak karena pemakaian. Bisa juga karena umurnya. Bisa juga karena keteledoran diri sendiri. Bahkan barang lama yang tidak dipakai saja bisa rusak padahal gak dipakai loh itu.

Sadarkah kita, kalau sebenarnya kita ketergantungan dengan barang yang saat ini kita gunakan. Kalau salah satunya saja rusak pasti ada aja aktivitas yang terganggu dan bikin resah.

Kita deh yang laki-laki ini. Sempak rusak yang sudah berlubang-lubang tapi enggak juga diganti (kebiasaan siapa ini woyyy). Sampai-sampai tidak mampu lagi menampung beban perbijian ini (tak usah dibanyangkan ya teman). Biarpun rasanya sudah tidak nyaman tapi tetap kita paksakan untuk memakainya. Karena kita tahu tidak pakai sempak  jauh lebih tidak nyaman (bergelantungan tapi bukan Spiderman). Gimana kalau hape yang saat ini kita genggam tiba-tiba rusak. Mau dipaksa pakai pun tak bisa. Setelahnya ada rasa nyaman yang harus kita tinggalkan. Gelisah gak bisa scroll sosmed lah, gelisah gak bisa chat si doi lah. Gelisah aja lah pokoknya. hmm. . .Sepertinya kita sudah ketergantungan dengan barang-barang bisa rusak kapan aja ini deh.

Anggap saja kita sudah merawat dan berhati-hati memakainya. Okey umur pakainya semakin panjang. Kalaupun rusak bisa saja kita perbaiki toh banyak penyedia jasa service, tergantung ada duitnya atau enggak. Tapi apakah itu semua bisa membuatnya untuk dipakai selamanya. tidak! Semua akan rusak pada waktunya. Kalau diingat lagi selama hidup sudah berapa barang yang menemani sampai akhirnya rusak dan berakhir dengan menggantinya. Tidak ada yang salah dengan menggantinya karena kita BUTUH ketergantungan dengannya.

Lalu aku termenung. Apakah semua ini hanya soal mengganti yang rusak dengan yang baru?  atau ini sebuah pelajaran tentang kefanaan bahwa tidak ada yang abadi. Atau apa sebenarnya semua ini?

Hingga akhirnya terbayang olehku gadget yang rusak tergeletak, ku lihat sosoknya seperti prajurit yang kalah perang. Dia yang setia menemani. Penghubung ku ke dunia entah berantah dan Si penyimpan kenangan. Kini, layarnya retak dan baterai yang tak lagi mau mengisi. Seakan dia berkata padaku: "Aku sudah selesai dengan tugasku dan silahkan cari penggantiku." Ceilaaah. . . se-dramatis inikah kita dengan gadget yang semua dan apapun bentuknya bisa rusak kapan saja? atau . . . ?



Continue reading Semua Akan Rusak Pada Waktunya

Kamis, 23 Oktober 2025

Kepikiran Dosa



Kalau kalian lihat di arsip blog ini, produktifitas menulisku setiap tahunnya cuma ada satu tulisan dan itu kesannya memang seperti dipaksakan. Lebih kek supaya ada tulisan aja, minimal satu disetiap tahunnya. Di blog ini aku malah lebih sering melakukan blogwalking daripada menulis. Jujur sebenarnya masih belum PD dengan tulisan sendiri. 

Tapi kali ini aku lagi kepikiran dosa dan pengen banget menuliskannya di blog ini. Bukan untuk menggurui atau menceritakan aib sendiri yang sangat banyak ini. Karena kalau mau menggurui ilmuku masih seujung kuku bakteri dan kalau mau nyeritain aib sendiri juga itu sungguh tidak dianjurkan (coba deh cek QS. An-Nur:19). Disini aku sekedar kek mau curhat keresahan yang belakangan ini lagi aku rasain yaitu berkenaan dengan dosa.

Jadi tuh ya, kalau abis ngelakuin dosa. Sebenernya ada saja hal sial yang menghampiri setelahnya. Bisa kek tiba-tiba kesedak waktu nyeruput kopi lah, enggak sengaja ngirim stikers jahat di grup kantor lah. . .(malu dan jadi aib sih ini), isi rekening yang tiba-tiba diakhir bulan menipis lah (enggak tiba-tiba sih ini) dan amit-amit ke sleding Sergio Ramos pas lagi nonton highlight bola (ini paling serem sih). Hanya saja aku atau kita ni ya, suka gak sadar kalau itu sebetulnya bentuk teguran dari Tuhan the one only Allah SWT. Seandainya saja disetiap kesialan itu seiring dengan kesadaran telah berbuat dosa, kan minimal kita bisa langsung istigfar dan syukur-syukur bisa langsung tobat atau bermuhasabah diri. Lah ini parahnya, abis itu malah mengumpat atau memaki.

Kalau dipikir-pikir lagi ya, sebenernya ada yang lebih serem dari mendapat sial setelah ngelakuin dosa. Apa itu bang? Enggak lagi mengalami hal sial setelahnya. Lah kenapa lebih serem? karena itu tandanya dosa yang kita lakukan itu sudah terlalu sering dan Allah udah enggak mau lagi menegur lewat kesialan-kesialan tadi. Kebayang kan setelah itu kita dibiarkan melakukannya terus-menerus dengan tenang aman damai sampai ajal menjemput. Artinya kita dibiarkan berdosa-dosa tanpa ada yang menegur lagi. Apa enggak serem tuh sialnya nanti diakhirat. Ih. . . . sereeem bangetlah pasti. . . 

Kalian jadi kepikiran dosa juga kan! ya kannn. . . yuk istigfar. . .

Continue reading Kepikiran Dosa

Selasa, 05 November 2024

Pikiran Random

Kadang suka heran sama pikiran sendiri. Tiba-tiba aja bisa terlintas dikepala, kenapa roti bakar itu digoreng bukan dibakar? kenapa nggak direbus aja? Pertanyaan ini memang terlihat biasa aja tapi bisa bikin cengar-cengir sendiri sambil memikirkan jawabannnya.

Kadang aku juga kepikiran, gimana sih cara cebok yang bener dan sesuai SOP ? yang bener itu disiram dari depan tangan dibelakang atau siram dari belakang tangan didepan? atau ada opsi lain seperti , kayang dulu baru cebok? kira-kira udah ada yang buat SOP nya belum ya?  ISO kategori berapa kalau bener ada? Ngaku lu.... pasti pernah mikir gini juga kan ! atau emang aku aja ya yang mikir kayak gini. Boleh komen dong yang  yang sepemikiran...

Pertanyaan ini juga sering muncul dikepala saat sedang berak + melamun. Sebetulnya pemerintah itu tugasnya ngapain sih. Pemerintah itu memerintah siapa? RAKYAT? kan pemerintah petugas rakyat kok merintah.

Tentu ini sebetulnya hanya pikiran-pikiran kosong yang gak bisa dipertanggungjawabkan hasil jawabannya. Tapi kalau ada yang mau menjawabnya, boleh... monggoo silahkeun... 


Continue reading Pikiran Random

Rabu, 20 Desember 2023

Senin itu Beda


Tulisan ini diperuntukkan khusus buat hari senin walaupun tulisan ini dibuat bukan pada hari senin. Nulis blog dihari senin itu bisa dikatakan mendekati mustahil. Kerjaan bisa lebih banyak 5 kali lipat dari hari lainnya. Kok hari senin beda ya? Hakikatnya hari senin dengan hari yang lain cuma beda penamaannya saja. Tapi setelah banyaknya hari senin yang aku lewati, kok ya senin ini rasanya beda.  Senin itu udah kayak sayur kebanyakan micin, rasanya huweeeek banget gitu.

Padahal ni ya, hari senin itu datang setelah melewati hari libur minggu. Tapi kenapa belum senin aja udah males duluan. Tapi aku juga enggak mau nyalahin senin sepenuhnya. Bisa jadi ini ulah hari minggu. Ya hari minggu ini penyebabnya. Kita dibuat terlena, malas dan akhirnya tak berdaya ~agak lebay ya. Apalagi kalau hari minggunya abis liburan jalan-jalan pasti seninnya capek banget. Tapi biarpun hari minggunya enggak ngapa-ngapain tetap aja senin eksklusif berbeda dengan hari lain. Kenapa ya?

Apa karena kebiasaan ketika mendekati weekend. Kerjaan itu sengaja kita tunda karena udah fokus dengan hari libur dan akhirnya senin menjadi numpuk banget kerjaan. Bisa jadi sih. Tapi....

Apa jangan-jangan ini memang sudah diajarkan sejak dulu dari bangku sekolah ya. Senin itu hari yang spesial di negara kita Indonesia. Setiap senin kita harus melakukan upacara bendera. Kita disuruh berpakaian seragam lengkap dasi, topi dan atribut lainnya. Itu membuat kita harus lebih siap menghadapi hari senin dengan effort lebih dari hari-hari lainnya disekolah. Lebih berat lagi kalau kelas kita senin itu terpilih menjadi pelaksana upacara. Apalagi kalau harinya terik panas banget ~paket komplit sudah. 

Semua ini bisa aja sudah jadi takdir hari senin. Memang kita dibuat harus lebih ekstra menghadapi hari senin. Tenaga ekstra juga letih yang lebih ekstra. Kalau kalian gimana sih menghadapi senin yang spesial ini? capek gak sih...


Continue reading Senin itu Beda

Jumat, 01 Desember 2023

Masak Mesamak

 Aku yang anak kost ini. Kalau soal masak, ampun dah. Dimana masak bisa dibilang salah satu cara bertahan hidup anak kost tapi aku malah payah dibidang ini. Bisa sih kalau cuma masak nasi di rice cooker, telor goreng rebus dadar, mie instan dan Sarden. Alhasil untuk makan hari-hariku lebih milih beli ke warung. Ya dengan cara itu aku masih tetap hidup sampai sekarang. Asal Ada uang, aman itu mah.

Singkat cerita, akhirnya aku menikah dengan seorang wanita yang bisa ku bilang sangat handal memasak. Makanan setelah menikah sangat begitu nikmat ku rasa. Begitu berasa masakan rumahannya dan menu-menu sehat jadi lebih sering mampir ke lambungku. Kalau dulu aku sering mampir ke warung sekarang jadi lebih sering ke pasar nemenin istri belanja. oh... indahnya.

Atas karunia tuhan istri ku pun hamil. Aku sangat bersyukur. Tetapi ketika istri hamil hampir semua bau bumbu masakan membuatnya mual. Dia sudah mencoba untuk memasak tapi rasa mual membuatnya lemas dan seringkali munt*h. Akupun menyuruhnya untuk tidak memasak dulu sampai sehat kembali. Ya mau gak mau aku kembali membeli masakan warung. Tapi yang dulu aku makan diwarung itu oke-oke aja. Ya kok sekarang jadi merasa ada yang kurang ya. Lidahku selama menikah udah kejalan yang benar. Begitu aku beli masakan warung lagi kok ya rasanya jadi over bumbu dan jadi gak enak lagi dilidah ini padahal udah langganan dulu. Aku sampai berpikir, apa aku sudah kecanduan masakan istri ya ? Sampai-sampai masakan warung harus belajar dari awal lagi untuk menerimanya. Dikondisi istri yang lagi hamil dan lemes seperti itu akhirnya kami rundingkan untuk memulangkannya ke kampung halaman sampai lahiran supaya ada yang jaga. Akupun sendirian lagi diperantauan.


Untuk menghemat. Karena untuk biaya hidup yang dibagi menjadi dua. Saya setuju untuk meluangkan waktu buat masak setiap harinya. Bisa dibilang disinilah awal mula dunia masak memasakku dimulai. Bermodalkan live tutorial dari istri lewat telpon. Akupun mengikuti arahannya step by step. Dan sungguh diluar ekspetasiku hasilnya menurutku enak. Lidahku udah kembali ke jalur yang benar lagi. Walaupun sering kali terjadi kesalahan kecil seperti kurang nambah bumbu ini bumbu itu ketika mencoba sendiri. Tapi masih oke banget menurut aku sih.

Makin kesini aku sekarang makin pede dengan masakan sendiri. Saking pedenya aku langsung pengen daftar Master Chef kalau syaratnya boleh dipandu istri sih. doain ya temen-temen....


Continue reading Masak Mesamak

Selasa, 21 Juni 2022

Ucapan Selamat Ulang Tahun

Aku yang sekarang adalah tipe orang yang enggak suka ngucapin dan diucapin selamat ulang tahun. Bahkan aku enggak pengen orang lain tau tanggal lahirku kecuali HRD, DUKCAPIL dan aplikasi yang memaksa kita buat verifikasi dengan tanggal lahir. Selebihnya aku enggak peduli dengan ulang tahunku maupun tanggal lahir orang lain. Ini bukan berarti aku menutupi umurku yang btw emang udah gak muda lagi sih. Entah kenapa menurutku merayakan atau sekedar mengucapkan selamat ulang tahun itu hal yang gak menyenangkan dan malah jadi beban sosial. 

Bagi kebanyakan orang mungkin hari ulang tahun itu adalah momen bahagia. Ya aku tau, orang yang sedang merayakan ulang tahunnya, senang disepraisin, dikasih hadiah atau sekedar diberi ucapan dan doa. Temen-temen disekitarnya juga ikut senang karena bisa menyenangkannya lewat seprais, hadiah atau sekedar ngasih ucapan dan doa yang kebanyakan kalo ucapan lewat WA itu cuma hasil copy-paste doang. Tapi dibalik kebahagian-kebahagian itu adahal yang bikin rada-rada menjengkelkan. Seperti beban sosial kalau-kalau kita lupa hari ulang tahun dan enggak ngucapin selamat ulang tahun. Bisa-bisa gak dianggap temen dan bakal dimusuhin. Kalaupun ingat, biasanya jauh-jauh hari udah nyiapin seprais dan hadiah atau apalah itu yang sungguh-sungguh merepotkan. Mengingat tanggal lahir pasangan , temen, rekan kerja aja udah beban banget menurutku.

Dikeluargaku sendiri pun kami gak punya kebiasaan merayakan ulang tahun, malah gak pernah. Tapi bukan berarti aku gak pernah punya momen merayakan ulang tahun. Walaupun bukan dengan keluarga, aku pernah merayakan ulang tahun walau hanya sekedar dengan teman atau pacar (dulu banget tapi ya). Tapi makin kesini emang makin kesana. Maksud aku ulang tahun ya ulang tahun, dimana kita bertambah umur dan bukan hal yang harus dirayain atau berharap diucapin. Bertambah umur itu normal dan gak ada yang istimewa disitu karena semua manusia mengalaminya.

Tapi biarpun begitu, setiap temen ada yang buat acara ulang tahun, aku tetap datang dan mengucapkan selamat untuk sekedar menghargai karena dia sudah effort lebih sampai bikin acara. Dan kalau ada masih ingat sama ulang tahunku dan ngucapin selamat, aku juga sekedarnya untuk bilang : terima kasih. Tapi maaf banget nih ya, aku gak bakal inisiatif buat ngucapin selamat ulang tahun. Mau itu lewat WA atau lewat IG story supaya di repost, no-way. Males banget aku buat ngingat-ngingat kapan kalian dilahirkan. Kadang aku malah heran kok ada orang yg IG story penuh dengan ucapan selamat ulang tahun sampai IG storynya sampai jadi titik-titik saking banyaknya.

Bertambahnya umur menurutku adalah waktu yang tepat untuk kilas balik dan intropeksi diri. Ini lebih bermanfaat dan berfaedah menurutku. Bukan malah hambur-hamburin uang buat beli kado yang malah kadang kadonya itu bukan hal yang dia butuhkan. Tapi yaaa..balik lagi, persepsi orang berbeda-beda dan ini cuma sudut pandangku aja. Kalau menurut kalian gimana?

Continue reading Ucapan Selamat Ulang Tahun

Minggu, 19 Juni 2022

Pilekan Berujung Operasi

Mempunyai hidung yang sensitif itu sungguh mengganggu. Sensitif disini bukan berarti penciuman yang super tajam seperti hidung belang hewan anjing ya. Melainkan hidung yang gampang pilekan (ingusan). Dingin dikit pilek, debuan dikit pilek, bau menyengat dikit pilek, kecapean dikit pilek, bahkan begadang juga bikin aku pilek. Kebayangkan gimana kehidupan sosialku dikala pandemi. Dicurigai mulu, padahal beberapa kali di tes PCR hasilnya negatif tapi tetap aja dapet tatapan curiga dari orang-orang sekitar.

Dikeluargaku sendiri, ayahku juga pilekan. Dari sini aku yakin pilekanku ini gen turunan dari ayahku. Tapi untungnya mamak dan kedua adikku memiliki hidung yang normal (enggak pilekan).  Bisa dibilang pilek ini emang sudah ditakdirkan untuk mendampingi kehidupanku. Pilekan yang sudah aku idap sejak lama ini membuat aku terbiasa dan punya siasat-siasat tersendiri untuk sedikit meredakannya. Bukan karena ahli tapi udah jadi kebiasaan aja. 

Yang namanya penyakit pastilah ada obatnya. Aku pun konsultasi dong ke dokter THT (Telinga Hidung Tenggorokan). Setelah konsultasi aku baru tau kalau hidungku alergian (alergi dingin, debu, bau menyengat, dll) dan itu gak bisa diobatin. Selain alergian dokter juga setelah melihat saluran hidungku menggunakan kamera super kecil. Ternyata saluran hidungku itu ada penyempitan yang memperparah hidung alergianku menjadi sering meradang. Aku pun bertanya, jadi apa solusinya dok? yang kira-kira seperti inilah jawabannya "Seperti saya sampaikan sebelumya, alerginya tidak bisa diobati tapi kalau penyempitan saluran hidung/konka hipertrofi itu bisa kita lakukan operasi kecil hanya untuk membuat hidung anda menjadi lebih lega dan tidak sering radang lagi".

Awalnya aku mikir, buat apa operasi? toh itu enggak menyembuhkan. Tapi kalau aku gak operasi berarti aku pasrah dong dengan penyakitku. Akupun mengiyakan saran dokter untuk melakukan operasi walaupun toh ini tidak menyembuhkan alergi hidungku. Tapi tetap aku lakukan daripada tidak melakukan tindakan apa-apa, ya.....setidaknya ada upgrade yang mudah-mudahan ada perbaikan buat hidungku. 



Sebelum Operasi

Aku harus melakukan rawat inap selama 4 hari dirumah sakit sendirian (namanya juga anak rantau dan peraturan RS yang kalau mau jenguk harus swab antigen dulu bikin temen-temen aku yang mau datang juga aku larang). satu hari aku disuruh puasa/tidak makan selama 6 jam atau 9 jam gitu sebelum operasi. Sebelum operasi juga disitu aku minta doanya dari orang tua dan temen agar diberi kelancaran. Dihari berikutnya aku melakukan operasi , yang btw operasi konka hipertrofi ini dikategorikan sebagai operasi ringan, jadi enggak begitu menakutkan seperti yang dibayangkan.  Dan karena yang harus dioperasi anggota bagian kepala jadi dilakukanlah anastesi total atau bius tidur. Selama proses operasi aku sama sekali enggak tau apa-aapa. Aku cuma ingat ketika masuk ruang operasi dan begitu sadar aku sudah didalam ruangan inapku lagi.

Siuman setelah operasi

Yang aku rasakan setelah selesai operasi, hidung malah berasa sumbat kayak ketutup (yang ternyata hidungku disumbat kain kasa untuk menghentikan pendarahan setelah operasi) dan sedikit perih yang sesekali mengeluarkan sedikit darah. Setelahnya.... aku cuma tidur-tiduran aja dan selama rawat inap yang datang hanya perawat untuk mengatar makanan untukku, menyuntikan obat dan menanyakan gimana kondisiku apakah ada keluhan atau tidak. Alhamdulilah selama operasi dan setelahnya lancar-lancar aja tanpa ada kendala apapun.

Setalah 4 hari akhirnya aku pun dibolehkan pulang dan dokter sudah memastikan tidak lagi ada pendarahan bekas operasi dihidungku. Aku pulang dengan dibekali obat yang harus rutin diminum setalah makan dan obat tetes hidung dan aku diminta untuk datang kontrol seminggu kemudian. Karena ketika aku dibolehin pulang, disitu hidung masih belum reda karena masih ada pembengkakan bekas operasi.

Lucunya begitu aku kembali bekerja setelah rawat inap, temen-temen keheranan karena mereka melihat tidak ada bekas operasi dihidungku. Ya iyalah, yakan yang dioperasi saluran lubah hidung bukan hidungku yang dibelah. Seminggu kemudian aku datang lagi kedokter untuk kontrol dan disitulah aku udah mulai merasa hidungku menjadi lebih lega. Sampai sekarang 1 bulan selesai operasi (saat tulisan ini dibuat), hidungku jadi lebih sehat dan enggak gampang pilek/flu yang sepertinya hidungku jadi gak sensitif seperti sebelum-sebelumnya. Dan aku sangat bersyukur banget karena sekarang aktivitasku udah enggak terganggu ama pilek-pilek lagi dan senenglah pokoknya.  Semoga kedepannya dan seterusnya kita terus diberikan kesehatan, amiiin:)

 

Continue reading Pilekan Berujung Operasi

Kamis, 16 Desember 2021

Percebokan Duniawi

pict source : https://bobo.grid.id/


Saat aku lagi nangkring di WC duduk, tiba-tiba aja kepikiran sesuatu. Aku heran kenapa tiba-tiba kepikiran gimana sebenernya tata cara cebok yang bener. Kalau tata cara cuci tangan yang baik dan bener kita pasti udah pada tahu, karena selama pandemi kita banyak diedukasi di media-media. 

Tapi kalau tata cara cebok yang bener seumur-umur ilmunya cuma satu yaitu dari ortu dan itu juga cuma diajari diwaktu kita masih kecil, itu seingat aku. Tapi gak pernah melihat praktiknya langsung. Ini yang membuat aku bertanya-tanya, "Sudah benarkah tata cara cebokku selama ini? Jangan-jangan selama ini cebokku salah, dan ini alasan yang membuat mental dan prilaku ku menjadi tidak normal?". 

Rasa penasaran ini pun menjadi rasa ingin tahu yang begitu menggebu-gebu.

Aku pun coba search di youtube tapi yang muncul video orang luar yang menampilkan guru TK yang lagi mempraktekkan cebok menggunakan tisu dengan dua balon sebagai contoh pantat. Ada juga video WC canggih yang ada dijepang dimana tinggal tekan tombol maka alat akan mencebokin kita secara otomatis. Kita tau di indonesia bukan kulturnya cebok menggunakan tisu dan WC di indonesia gak secanggih seperti dijepang.  Pencarianku pun berujung kehampaan karena tidak menemukan video praktek cebok yang aku inginkan.

Aku masih di WC duduk. Aku pun selasai buang hajat. Tapi ada yang gak biasa, aku kesulitan cebok di WC duduk. Aku bingung darimana harus masukkan tangan, dari depan atau dari belakang, belum lagi airnya harus di tuang dari celah mana. Lubang WC duduk begitu sempit sangat tidak cocok dengan kita orang indonesia yang cebok menggunakan air. Alhasil akupun tidak jadi cebok dan menundanya untuk cebok begitu menemukan sungai terdekat.

Buat kalian yang tau cara cebok yang bener, tolong share dong dikolom komentar. Jangan pelit sama ilmu ! biar yang lain juga pada tau.

Continue reading Percebokan Duniawi

Rabu, 17 November 2021

Suka Kucing Tapi Tidak Dipelihara

Aku menyukai kucing. Dimana aja aku menemukan kucing selalu aja ingin mengelusnya. Tapi aku tidak memelihara kucing. Bukan karena gak mau repot dan keluar biaya buat makan serta perawatannya. Kalau suka kucing, mau keluar duit dan dibikin repot juga gak masalah bahkan menjadi babunya pun aku rela. Tapi beda ceritanya kalau takut menelantarkanya. Penyuka kucing pastilah bakal gak tega kalo kucing kalian enggak keurus dan terlantar.

Sebagai orang yang tinggal dikontrakan sendiri dan full day berada dikantor tentu memelihara kucing bukanlah menjadi pilihan yang bijak. Meninggalkan kucing sendiri dirumah juga bukan keputusan yang baik. Kondisi inilah yang membuat aku memutuskan untuk tidak memelihara kucing walaupun menyukainya. 

Jadi aku punya kebiasaan baru dimana sebelum berangkat dan sepulang kerja. Aku biasa meletakkan makanan kucing diteras rumah. Ya. . . aku memang tidak memelihara kucing tapi aku selalu menyetok makanan kucing dirumah. Beberapa kucing bahkan sudah hafal dan biasanya sudah menunggu didepan teras kontrakkanku. Momen inilah yang membuat aku berasa memelihara kucing.

Pernah kejadian dimana ada seekor kucing betina yang aku belum pernah lihat sebelumnya, datang dan  ikut makan dengan kucing lainnya. Aku sih ngiranya ini kucing punya tetangga karena kalau aku lihat kucingnya terurus dan bersih. Biarpun begitu tetap saja ku beri makan seperti kucing lainnya yang notabene emang punya tetangga. Setelah aku kasih makan ternyata dia juga jadi rutin datang ke kontrakanku. Suatu hari aku mau keluar rumah dab aku lihat kucing betina itu sudah bersama anak-anaknya yang masih mungil sebanyak 6 ekor lucu-lucu dan keliatan polos belum berdosa. Sepertinya kucing betina itu ingin aku memelihara dia dan anaknya. Masuk kontrakan saja gak pernah ku ijinkan, malah ku biarkan saja diteras walaupun merengek-rengek pengen masuk ala-ala kucing manja gitu. 

Bahkan pernah saat hujan lebat aku merasa kasian sama mereka tapi tetap saja ku biarkan di teras kedinginan. Tapi mereka masih aja betah diteras. Rasa kasian dan ingin memelihara kucing-kucing itu sebenarnya ada tapi selalu aku urungkan niat itu. Semenjak kucing betina dan anaknya ada diteras kontrakanku membuat kucing-kucing lain yang biasa datang pun tidak lagi keliatan. Aku juga tidak mau mengusir kucing-kucing itu dan aku biarkan diteras. 

Dari kejadian itu aku yang suka ngelus-ngelus kucing ini. Harus mengakui kalo aku bukanlah pecinta kucing sejati. Aku hanyalah si pengelus kucing dan bukan pecinta kucing. Mungkin kata-kata ini yang paling cocok buatku "mencintai tak harus memelihara, aku hanyalah mengagumimu tapi tidak untuk memilikimu". Kok tiba-tiba aku jadi melow miauw miauw gini... hehehehe.... 

Saat ini mungkin karena aku masih melajang. Kalau saja nanti aku sudah punya istri (semoga) dan dia  penyuka kucing juga seperti aku. Kemungkinan besar nanti kami bakal pelihara binatang berbulu ini. Tulisan ini pun juga cuma berakhir dengan angan-angan.




Continue reading Suka Kucing Tapi Tidak Dipelihara

Rabu, 27 Oktober 2021

Cerita Kesendirian


Walaupun tidak benar-benar sendiri. Masih ada ibu-ibu yang jualan nasi kuning dan bubur yang jadi langganan sarapan pagiku. Juga ada temen sekantor dikala kerja dan saat ada kegiatan olahraga diakhir pekan. Diluar itu semua aku mau bilang kalau aku sedang sendiri. Sendiri limited versiku.

Sebelum aku sampai dikota Palangka Raya, aku berekspetasi bakal lebih ramai dari tempatku sebelumnya. Ternyata ditempat ramai tidak menjamin membuatmu tidak merasa sendiri. Sampai sekarang kenalanku hanya sebatas lingkungan kantor enggak lebih. Wajar aja sih karena aku bukan tipe orang yang bisa langsung kenalan dengan orang yang baru ketemui. Coba aja udah kenal, ugal-ugalan.

Kegiatan chating juga tidak ada yang continyu kecuali masalah kerjaan. Dewasa ini semakin males sama hal yang basa-basi walaupun kadang masih ada sesekali keluar celetukan basa-basi keteman-teman lewat sosial media. Bisa dibayangkan keseharianku hanya diisi dengan bekerja, bekerja dan diselingi ibadah tentunya. Ku akui sih tidak cukup tenaga untuk berkegiatan selepas pulang kerja. Mungkin faktor itulah yang membuat sendiri tidak begitu buruk. Selepas kerja memang kesendirianlah yang aku butuhkan, untuk beristirahat melepas lelah. Tidak ada itu energi lebih untuk chat atau ngobrol hal apa yang udah dilalui hari ini dengan orang lain.

Untungnya diakhir pekan masih bisa diisi dengan kegiatan olahraga dengan teman kantor. Setidaknya bisa mengeluarkan hormon erdorfin lewat keringat. Ini yang bikin jadi enggak stres-stres amat. Aku yakin seandainya diakhir pekan tidak ada kegiatan pasti bingung mau ngapain dan ujung-ujungnya jadi stres. Kegiatannya rutin kami lakukan dihari sabtu sore bermain badminton dan minggu paginya sepedahan. Setidaknya diakhir pekan udah gak perlu kepikiran lagi mau ngapain.  

Kalo soal pasangan yaitu tadi udah kayak gak ada energi lagi. Nyelow aja gitu, yang penting bisa istirahat cukup aja gitu. Kalau ditanya takut enggak melajang terus? malah dipikiran aku bakalan kuat enggaknya kalau aku berkeluarga. Secara... energi udah banyak kebuang dikerjaan. Bakalan keurus enggak keluargaku nanti kalau pulang aja energi minus seribu. Walaupun ada yang bilang bisa dan nyeletuk "bukan kamu aja yang kerja didunia ini dan mereka berkeluarga". Benar juga pikirku. Ya... aku gak putus asa kok buat cari pasangan tapi mungkin waktunya aja belum dipertemukan. Sudah ada yang ngatur kok, untuk apa dikhawatirkan.

Sendiri? gak begitu buruk kok, untuk sendiri versiku. Masih ada hal yang menyenangkan diluar punya pasangan. Aku pernah dengar dan membenarkan kata-kata seseorang, begini katanya "kebahagian itu ada didalam dirimu bukan apa yang kau cari diluar dirimu". So... untuk sekarang jalani aja kesendirian ini karena kita enggak tau kedepannya kayak apa. Bisa jadi begitu punya pasangan gak bisa punya waktu sendiri padahal pengen punya waktu sendiri. Siapa yang tau.

 

Continue reading Cerita Kesendirian

Rabu, 22 September 2021

,

Sepedahan

Belakangan ini aku sedang menggandrungi olahraga menggunakan sepeda atau aku menyebutnya sepedahan. Sepedahan menurutku adalah olahraga yang sekalian menjadi sarana buatku merefreshingkan diri dari rutinitas sehari-hari yang lebih banyak aku lakukan didalam ruangan. Olahraga sekalian jalan-jalan. Sedap enggak tuh.

Sebenarnya ada pilihan olahraga yang bisa ku lakukan selain bersepeda tapi sepedahan emang jadi favoritku. Dimana sebelum aku mempunyai sepeda, aku rutin jogging pagi. Tapi karena jogging pagi rutenya terlalu pendek dan biasanya disitu-situ aja, membuatku kadang-kadang malas buat olahraga. Sampai akhirnya, ditrek biasa aku jogging itu banyak pesepeda yang lalu lalang. Inilah  awal aku jadi pengen sepedahan. 

Dilain waktu akupun mencoba untuk mencari tempat penyewaan sepeda. Ternyata tidak sulit untuk menemukannya. Mungkin sepeda udah menjadi tren makanya gak heran kalau ada penyedia penyewaan sepeda. Harga sewanya IDR 15K / jam dan biasanya aku menyewa sampai 2 jam. Dari sinilah aku mencoba sepedahan yang ternyata first impresionnya sangat menyenangkan. Seperti yang aku bilang sebelumnya olahraga sekalian jalan-jalan. Menyusuri kota dan bisa masuk ke jalan-jalan kecil yang belum pernah aku datangi sebelumnya, rasanya seperti menjadi seorang bajak laut yang ingin menemukan one piece.

Sudah lelah menyewa sepeda yang harga sewanya yang lumayan dan juga lokasi penyewaan yang lumayan jauh dari kontrakan. Akhirnya akupun memutuskan untuk membeli sepeda sendiri. Dengan alasan biar lebih semangat olahraga dan menjadi jiwa yang lebih sehat. Aku pun memilih untuk membeli sepeda di e-commerce karena perbandingan harga dan pilihan yang lebih banyak. Sebenernya aku bingung memutuskan untuk membeli sepeda lipat atau sepeda mtb. Tapi aku putuskan untuk membeli sepeda lipat.


Pilihanku pun jatuh kepada sepeda lipat merk pasific type kodiak e 20 inch dengan warna kesukaanku yaitu perpaduan warna hitam dan warna merah. Dan kalo ada yang tanya kenapa memilih sepeda lipat. Ini alasannya
  1.  Struktur jalan di kota palangka raya yang dominan datar. Kalau enggak jangan coba-coba pakai sepeda kecil. Capeknya poool...
  2. Tampilan sepeda lipat yang menurutku modern dan juga gaya. Jadi lebih pede sepedahannya.
  3. Menggunakan sepeda lipat itu lebih berasa olahraganya. Lebih capek dan harus lebih ekstra gowesnya. Itu karena ukuran bannya yang lebih kecil dibanding sepeda lain. 
  4. Ukuranya yang kecil bikin gak makan ruangan dirumah.
  5. Begitulah kira-kira.


Setelah aku punya sepeda ternyata temen-temen dikantor juga berminat beli sepeda. Jadi akhirnya setiap hari libur minggu enggak lagi deh sepeda sendirian. Syukur-syukur nanti makin ramai dan bisa bikin komunitas. Jadi bisa nambah akrab sama temen kantor plus harapan bisa nambah banyak kenalan. Seru banget enggak sih. Udah buruan yuk sepedahan....


Continue reading Sepedahan

Kamis, 09 September 2021

Akhirnya Kena Juga

Setelah melewati beberapa purnama akhinya aku kena juga. Kena apa? positif covid brooo. Padahal aku sudah divaksin, PPKM didaerahku juga sudah diberlakuin tapi keluar pulaklah varian baru si delta. Disaat itu pulaklah daya tahan tubuhku kena senggol boss sama covid ni. Tapi kalau aku ditanya gimana sampai bisa positif covid.  Aku juga gak tau kenapa bisa kena. Tapi aku mau sekedar cerita bagaimana aku sebelum dan sesudah positif covid.

Jadi dikantor aku itu sebelumnya sudah ada kena covid. Sekitar 16 orang positif, mereka mau enggak mau harus melakukan isoman (Isolasi Mandiri) selama14 hari. Pada saat itu aku masih sehat-sehat aja dan hasil antigen pun masih negatif. Eh... tibanya mereka udah selesai menjalani isoman, giliran aku yang kena. Sial, apes banget dah.

Awal-awal aku kena itu, cuma ngerasa kayak gak enak badan. Meriang, kedinginan tapi suhu badan kalo dipegang panas. Asli ini rasanya gak enak banget ditambah lagi kepala rasanya cenat-cenut gitu. Aku pikir dengan istirahat ini nanti bakal sembuh. Ternyata besoknya, aku masih gak enak badan dan sempoyongan parah.

Singkat cerita akupun izin tidak masuk kerja. Biasalah kalau ditempat kerja, izin sakit itu harus ada surat keterangan dokter dan syarat buat masuk kantor kembali harus melakukan antigen. Ternyata eh tenyata begitu aku antigen hasilnya 2 garis yang artinya positif. dan kalau hasil antigen positif untuk memastikannya keesokan harinya aku harus melakukan PCR untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Hasil PCR aku juga positif dong. Dipastiin aku harus isoman dan gak boleh kekantor selama 14 hari. Itu juga setelah isoman selesai harus dilakukan test PCR terlebih dahulu. Kalau setelah isoman hasilnya negatif barulah boleh masuk kantor. Ya kalo enggak harus lanjut isoman. Asli gak enak banget.

Saat tulisan ini dibuat aku sudah menjalani isoman selama seminggu. Sebenernya setelah aku dinyatakan positif, cuma 3 harilah yang kurasakan enggak enak badan. Selebihnya aku cuma dapet gejala penciuman mulai hilang dan kalau makan itu rasa-rasa kayak kurang bumbu, berasa hambar. Sebetulnya yang paling enggak enak itu adalah rasa bosan karena dirumah aja. Namanya isoman gak boleh kemana-mana.

Kalau aku pikir-pikir lagi, kenapa ya aku bisa sampai positif. Kemungkinan Ini sih karena aku udah meremehkan covid. Aku merasa kalo daya tahan tubuhku lebih bagus dari temen kantor yang lainnya. Dimana temen satu departemenku udah mulai pakai masker double, aku malah sering lepas masker. Pagi juga aku sering sepedahan gak pakai masker dengan alasan susah nafas kalo olahraga pakai masker. Aku juga masih makan diwarung dimana udah dianjurkan bungkus makan dirumah. Pokoknya gak ngikutin prokes seadanyalah.

Yang paling gak enak kalo lagi isoman itu, masih harus kerja dari rumah atau WFH lah istilahnya. Udah dipastikan billing listrik dikontrakan meningkat tajam. AC sama komputer nyala mulu bro. Makan pesan gofood. Kebutuhan konsumsi vitamin sama madu juga, untuk nambah imun. Banyak pengeluaran deh pokoknya.

Dari cerita ini aku cuma mau bilang. Ayolah kawan, tetap ikutilah prokes. Aku ini loh contoh udah pernah kena dan rasanya gak enak banget. Masih syukur enggak sampai parah tapi juga jangan lengah. Jadi kedepannya harus lebih ekstra lagi. Jangan sampai kalian juga mengalaminya ya kawan. Dah lah gitu aja....

Continue reading Akhirnya Kena Juga